Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Warga Gotong Royong Selamatkan 2 Anak Terkubur di Lubang Fondasi

Bambang Arifianto
WARGA mengelilingi bocah yang sempat terkubur dalam pondasi bangunan akibat ambrolnya benteng rumah di Kampung Maniis, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa 19 Februari 2019. Korban selamat setelah warga melakukan evakuasi sekitar dua jam./BAMBANG ARIFIANTO/PR
WARGA mengelilingi bocah yang sempat terkubur dalam pondasi bangunan akibat ambrolnya benteng rumah di Kampung Maniis, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa 19 Februari 2019. Korban selamat setelah warga melakukan evakuasi sekitar dua jam./BAMBANG ARIFIANTO/PR

 

TASIKMALAYA, (PR).- Dua anak nyaris menjadi korban setelah terperosok ke dalam lubang fondasi sedalam 2 meter di Kampung Maniis, RT 1 RW 5, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Setelah dua jam terkubur, mereka akhirnya bisa diselamatan warga.

Kedua bocah tersebut adalah Fina Apriliana (10) dan Febri Rahmatillah (9). Mereka terperosok masuk lubang fondasi setelah benteng tembok pemukiman warga ambrol. Saat itu keduanya tengah bermain di tepian lubang fondasi. Sontak, kejadian itu membuat sejumlah teman-temannya berteriak memberitahu warga. "Encep kakubur (terkubur)" ujarnya seorang warga menirukan teriakan teman Febri di lokasi kejadian, Selasa 19 Februari 2019. 

Febri akrab dipanggil Encep oleh warga dan teman-temannya. Seluruh tubuh Febri sempat terkubur  sebelum warga datang menyelamatkannya. Sedangkan Fina hanya tergencet material longsoran di bagian kaki.

Lokasi anak terjatuh/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Warga pun berhamburan melakukan upaya penyelamatan. Ketua RW 05 Dadi mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pukul 14.30 WIB. "Evakuasi dilakukan manual, gotong royong (warga), pakai pacul, pakai linggis segala macam," ujar Dadi. Dengan peralatan itu, warga menggali timbunan material longsor yang menutupi badan kedua bocah.

Satu bocah masih terguncang

Akhirnya setelah bahu membahu, warga berhasil mengeluarkan keduanya dari timbunan tersebut. Dadi memperkirakan, ambrolnya benteng lantaran konstruksinya yang telah rapuh. Sedangkan lubang fondasi yang tepat berada di bawah benteng baru saja digali untuk pengerjaan bangunan. 

Dadi menyatakan, bakal segera membangun kembali benteng tersebut. Pasalnya, runtuhnya benteng menyisakan tebing kecil di tepi rumah warga yang cukup berbahaya. Selepas kejadian, Febri tampak terguncang. Ia berbaring di atas kasur dan dikelilingi keluarga dan kerabatnya yang terus menenangkannya di dalam sebuah rumah. Sedangkan Fina terlihat lebih tenang dengan duduk di ruangan tengah dan telah bisa berkomunikasi.

Ujang (40), warga Maniis membenarkan Febri agak trauma. Hingga Selasa sore, warga masih berkumpul di lokasi kejadian Sejumlah petugas BPBD Kota Tasikmalaya juga berdatangan pascaperistiwa. Petugas menawarkan bantuan untuk menghubungi petugas medis guna memeriksa kondisi kesehatan kedua anak itu. Keduanya memang mengalami luka ringan berupa lecet pada tubuh.

Seorang petugas BPBD mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan kondisi keseluruhan mereka. Jika memang perlu dirujuk karena luka dalam, mereka bakal dibawa ke rumah sakit. Hingga menjelang malam, hujan lebat dengan kilat mulai mengguyur dan menyambar-nyambar di  Maniis. Petugas kepolisian juga turut mendatangi dan mendampingi proses pemeriksaan kesehatan kedua anak itu.***

Bagikan: