Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Ridwan Kamil Tanggapi Soal BIJB Kertajati yang Disinggung Prabowo di Debat Pilpres 2019

Novianti Nurulliah
FOTO udara landasan Bandara Kertajati di Majalengka.*
FOTO udara landasan Bandara Kertajati di Majalengka.*

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung upaya pemerintah pusat yang akan memindahkan semua rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajari. Namun dengan catatan akses Tol Cileunyi-Dawuan-Sumedang (Cisumdawu) harus didorong untuk segera rampung.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar Mochamad Ridwan Kamil dalam menanggapi debat Calon Presiden No 1, Joko Widodo yang menyatakan untuk membuat Bandara Kertajati ramai, saat ini tinggal menunggu tol yang menghubungkan Bandara Kertajati dengan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) selesai. Tol itu untuk menghubungkan masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta ke Bandara Kertajati.

Saat tol itu selesai dibangun, menurut dia, penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung akan dipindahkan ke Bandara Kertajati Majalengka. Sebab ke depan, Bandara Kertajati akan difokuskan untuk melayani masyarakat Jawa Barat.

Hal itu menanggapi Capres nomor 02 Prabowo Subianto yang menyatakan, banyak pembangunan yang justru mengakibatkan proyek itu merugi dan pembiayaan pembangunannya sulit dibayar. Dikatakannya, banyak pembangunan dikerjakan dengan grusa-grusu atau terburu-buru tanpa feasibility study yang benar seperti LRT Palembang dan lapangan terbang Kertajati.

"Itu (rute Husein pindah ke Kertajati) kan opsi ya, opsinya sedang dibahas, antara full 100 persen atau sebagian," kata Ridwan ketika dikonfirmasi, di Gedung Sate, Senin 18 Februari 2019.

Masalahnya, lanjut Ridwan, untuk mengoptimalkan Bandara Kertajati harus dibarengi dengan akses Cisumdawu."Nah problem Kertajati itu masalahnya akses Cisumdawunya. Pak presiden juga menyampaikan kan," ujar dia.

Menurut Ridwan, selagi menunggu proses pembangunan akses Cisumdawu berlangsung, pihaknya akan fokus dalam melayani umroh dan haji. Pasalnya layanan itu yang paling memungkinan saat ini untuk dioptimalkan.

"Karena umrah dan haji itu kan perjalanan traveling yang tidak terlalu sedinamis bisnis trip. Itu mah scheduled flight, saya kira itu saja yang paling realistis," ucap dia.

Penerbangan haji 2019 dari BIJB Kertajati

Terkait dengan asrama haji, Ridwan mengatakan hal itu sudah komitmen Angkasa Pura II. "Boleh tanya (AP II), janji ke saya mereka akan bikin asrama haji temporer di lingkungan bandara," ujar dia.

Sebelumnya, RIdwan mengaku, pihaknya telah sepakat terkait pelaksanaan haji 2019 yang diberangkatkan dari BIJB Kertajati. 

"Pilihannya dua, ada asetnya Pemprov yang diberikan ke Kota Cirebon, tapi asetnya nganggur. Kalau itu bisa direnovasi dan dikonversi jadi asrama haji, silakan. Kalau nggak, banyak lahan kosong dalam lima bulan, kita bikin bangunan yang sederhana," kata dia.

Pada tahun 2019 sendiri, Bandara Kertajati juga memproyeksikan untuk mulai bisa melayani penerbangan haji sebanyak 39 ribu jemaah asal Jawa Barat yang saat ini masih berangkat dari Bandara Soekarno Hatta.***

Bagikan: