Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28.8 ° C

Hampir Panen, Kepemilikan 1.300 Pohon Ganja di Purwakarta Terciduk

Hilmi Abdul Halim
WARGA bersama polisi mengangkut pohon ganja dari perkebunan seluas 300 meter persegi di Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta, Sabtu (16/2/2019). Dari lokasi tersebut polisi mendapat sedikitnya 1.300 batang pohon ganja setara empat kilogram ganja kering./HILMI ABDUL HALIM/PR
WARGA bersama polisi mengangkut pohon ganja dari perkebunan seluas 300 meter persegi di Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta, Sabtu (16/2/2019). Dari lokasi tersebut polisi mendapat sedikitnya 1.300 batang pohon ganja setara empat kilogram ganja kering./HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Polisi menemukan sedikitnya 1.300 batang tanaman ganja di tengah lahan perkebunan Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta. Dari bahan baku tersebut, pelaku itu diperkirakan bisa memproduksi empat kilogram ganja kering.

Penemuan ladang ganja itu berawal dari pengungkapan kasus pengedaran ganja di Yogyakarta beberapa waktu lalu. "Pelaku (berinisial AR) mengaku mendapatkan barang tersebut dari temannya di Karawang," kata Kepala Satuan Narkoba Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Heri Nurcahyo, Minggu 17 Februari 2019.

Setelah pemasok ganja tersebut ditangkap di Desa Anggadita Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, polisi memperoleh informasi keberadaan ladang ganja di Subang. Namun, pemasok berinisial YA (22) tersebut meralat keterangannya dan menyebutkan lokasi yang dimaksud ada di Purwakarta.

Tim gabungan Polres Kota Yogyakarta, Purwakarta dan Kepolisian Sektor Sukasari akhirnya mendatangi lokasi pada Sabtu 16 Februari 2019 sore. Dari lahan perkebunan seluas 1,5 hektar milik Perhutani itu, sekitar 300 meter persegi di antaranya digunakan untuk menanam pohon ganja.

"Jadi pemilik kebun itu mengkamuflasekan tanaman ganja dengan jagung, cabe dan pepaya Kalifornia," kata Heri. Sehingga tanaman ganja tersebut diakui tidak dapat terlihat secara jelas dari jarak 10 meter.

Pelaku bernama Sarwin (39) itu mengaku telah menanam pohon ganja selama empat tahun terakhir. Sebelum berpindah ke Purwakarta pada Desember 2018, ia lebih lama melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

Heri memperkirakan ganja yang ditanamnya kali ini bisa dipanen sekitar satu pekan ke depan. "Pas dengan umur pohon ganja itu (tiga bulan) jadi belum sempat dipanen. Diperkirakan sekitar satu minggu lagi bisa dipanen 500-600 batang karena tingginya sudah mencapai 1,5-2 meter," katanya.

Diduga terbesar

Penemuan itu mengejutkan warga setempat karena disebut-sebut sebagai yang terbesar di Jawa Barat. Salah seorang warga, Deni Rudiana (32) mengaku baru pertama kali ada penemuan ladang ganja di wilayahnya.

"Ini yang pertama, mungkin yang terbesar di Jawa Barat kalau dengar-dengar semalam dari petugas," katanya saat ditemui di lokasi. Namun, hal itu belum bisa dipastikan pihak kepolisian hingga saat ini karena petugas masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Deni dan warga setempat baru mengetahui ada ladang ganja setelah polisi datang ke lokasi untuk memeriksa langsung. Sebelumnya, tidak ada warga yang menduga karena dari luar pagar yang terlihat hanya tanaman-tanaman perkebunan sewajarnya.

Menurutnya, pelaku yang menanam ganja tidak banyak dikenal masyarakat sekitarnya. "Dengar-dengar bukan orang sini. Jadi ada orang Karawang cuma orang tuanya nikah dengan orang sini. Tapi tidak tahu (namanya) tidak dikenal," kata Deni.

Barang bukti berupa pohon ganja sebanyak sekitar 1.300 batang itu langsung dibawa polisi pada Sabtu malam. Hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.***

Bagikan: