Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 26.8 ° C

Tangani Sampah, Wabup Karawang Minta Dinas LH Tak Asal Jalin Kerja Sama

Fani Ferdiansyah
WARGA menutup Jalan Otista setelah sebagian ruas jalan itu tertutup sampah.*/DODO RIHANTO/PR
WARGA menutup Jalan Otista setelah sebagian ruas jalan itu tertutup sampah.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang diminta tidak asal-asalan dalam melakukan kerja sama penanganan sampah kepada pihak ketiga. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari, saat menanggapi persoalan penanganan sampah.

"Persoalan sampah selama ini terus bermunculan. Jadi penanganan sampah yang dikontraktualkan dengan pihak ketiga alangkah baiknya dievaluasi lagi," kata Ahmad Zamakhsyari, di Karawang, Sabtu 16 Februari 2019.

Ia menyampaikan hal itu, karena selama beberapa pekan terakhir terjadi penumpukan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah serta di TPS-TPS liar. Wabup Karawang juga menyampaikan agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang teliti dalam bekerja sama terkait dengan penanganan sampah.

Disarankan agar ke depannya terjadi kontrak dengan jajaran kecamatan di Karawang dalam hal penanganan sampah. "Coba ke depan anggaran kontrak diberikan kepada camat dan Muspika agar mereka dapat tanggung jawab dalam mengurus sampah. Ini saya kira lebih baik dibandingkan diberikan kepada orang-orang atau pihak yang sebelumnya mengkritisi dinas, tiba tiba diberikan kontrak kerjasama pengelolaan sampah, hasilnya pun tidak bagus," kata Wabup Karawang, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menanggapi penyataan tersebut, Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang Nevi Fatimah, menyatakan akan mengevaluasi kembali kinerja pihak ketiga yang diberikan kontrak kerja pengelolaan sampah di wilayah Rengasdengklok sampai Pakisjaya.

"Termasuk saran dari Wabup, ke depan pengelolaan sampah akan dilakukan kerjasama dengan Muspika (pihak kecamatan) setempat dan tidak lagi ke pihak swasta. Ini akan diperhatikan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, DLHK Karawang mengaku kewalahan dalam manangani masalah sampah rumah tangga. Sebab, sarana yang tersedia belum sebanding dengan produksi sampah setiap hari.

"Produksi sampah rumah tangga rata-rata mencapai 800 ton per hari. Sementara yang bisa tertangani hanya 400 ton per hari," ujar Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan, Minggu 30 Desember 2019.

Akibat hal itu, lanjut Wawan, saat ini banyak sampah tercecer di tempat pembuangan sampah sementara. “Bahkan tidak jarang luber hingga ke badan jalan," katanya.

Wawan menyebutkan, pihaknya mengusulkan agar penanganan sampah di masa mendatang di mulai dari tingkat desa. Dengan demikian, penanganan sampah tidak melulu mengandalkan tenaga dan sarana yang dimilik DLHK.***

Bagikan: