Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 27.6 ° C

Polres Bogor Sita 1,5 Kilogram Sabu Hasil Produksi Rumahan di Cijeruk

Irwan Natsir
Kapolres Bogor AKBP A.M. Dicky dan Kasat Narkoba AKP Andri Alam Jaya memperlihatkan barang bukti sabu sabu seberat 1,5 kq yang diamankan dari tiga tersangka, Kamis (14/2/2019) di Mapolres Bogor./IRWAN NATSIR/PR
Kapolres Bogor AKBP A.M. Dicky dan Kasat Narkoba AKP Andri Alam Jaya memperlihatkan barang bukti sabu sabu seberat 1,5 kq yang diamankan dari tiga tersangka, Kamis (14/2/2019) di Mapolres Bogor./IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR).- Sabu sabu seberat 1,5 kilogram berhasil disita jajaran Sat Narkoba Polres Bogor dari tiga tangan pelaku yang ditangkap di beberapa lokasi. Ketiga pelaku yakni J, Y dan UA saat ini mendekam di tahanan kepolisian di Cibinong.

Kapolres Bogor AKBP A.M. Dicky dan Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Jaya kepada wartawan Kamis 14 Februari 2019 mengatakan, pengangkatan ketiga tersangka di lokasi berbeda beda dan hasil dari pengembangan yang dilakukan aparat kepolisian.

Kasus ini berawal dari informasi yang dikantongi petugas tentang adanya orang yang diduga terlibat sabu sabu di Kampung Cihedeung, Kec. Cijeruk Kab Bogor. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Pada 24 Januari lalu petugas mendatangi tempat yang didiami tersangka J. 

Kata Andri, setelah berhasil menangkap tersangka J, maka petugas melakukan upaya paksa. Sebab sebelumnya tersangka tidak mau terbuka atas barang jenis sabu sabu. "Petugas melakukan upaya paksa untuk mencari barang bukti yang disimpan tersangka ," katanya 

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya   tujuh bungkus paket plastik sabu dgn berat bruto 9.3  gram,  tiga bungkus Plastik hasil produksi sabu berat 267 gram, dan dua buah tabung ukur kimia (Beaker glas). Satu buah kompor listrik,  Satu buah Hairdrier,  satu Botol Cuka dan tiga botol  zat kimia dalam proses lab.

Setelah menangkap tersangka J, maka dilakukan  pengembangan kasus tersebut. Tepatnya pada hari Rabu tanggal 6 Februari 2019 jam 02.30 WIB di Grand Depok City Cluster Anggrek 2 Depok berhasil mengamankan Sdr. Y yang diduga sebagai jaringan Sumatera Aceh. 

Di lokasi tersebut  ditemukan 1 bungkus plastik bening ukuran 1kg yang berisikan kristal sabu. Barang bukti tersebut disimpan di dalam kloset kamar mandi kontrakan tersangka.

Hasilkan sabu lebih murah

Selanjutnya, kata Andri, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus ini. Beberapa hari kemudian, petugas menangkap UA pada  9 Februari sekitar jam 03.30 WIB di kontrakan gang Anggrek Kecamatan Bojong Gede dengan barang bukti berupa 21 Bungkus Sabu seberat 246 Gram disembunyikan di atap Genteng kontrakan tersangka bertujuan untuk diedarkan. 

"Dari tangan ketiga tersangka polisi berhasil menyita barang bukt Sabu hasil pengembangan sebanyak 1.552,3 gram," kata Andri.

Dalam kasus ini polisi menemukan bahwa dilakukan pengembangan pembuatan sabu sabu secara home industry di kampung Cihideung. Jadi sabu sabu yang asli lalu dikembangkan. Misalnya dari berat satu kilo dikembangkan sehingga bisa menjadi 1,5 kilo. Secara kualitas jenis sabu yang diproduksi ini agak rendah karena berasal dari sabu asli yang dikembangkan dengan bahan kimia.

Dengan pola seperti ini maka harga penjualan lebih murah dibandingkan dengan harga sabu yang asli. Kata Kasat Narkoba Andri, para tersangka setelah memproduksi sabu sabu tersebut lalu dijual ke berbagai daerah di Jabotabek.

"Kita sedangkan kembangkan terus kasus ini karena mereka memproduksi sabu sabu sendiri hasil pengembangan dari sabu sabu asli. Kita akan kembangkan sumber asal sabu dimana mereka peroleh dan bagaimana mata rantai jaringannya," ujar AKP Andri.

Terhadap ketiga tersangka ancaman pidana dikenakan Pasal Pengedar 113 (2), 114 (2), 112 (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika Dengan Ancaman Hukuman Pidana Penjara   Minimal   25   Tahun atau Maksimal   Diancam   Penjara   Seumur   Hidup   Atau Hukum Mati. ***

Bagikan: