Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 27.6 ° C

Polisi Pamerkan Belasan Anggota Geng Motor di Tugu Lampu Gentur

Shofira Hanan
BELASAN anggota geng motor ditunjukkan ke hadapan publik, di persimpangan Tugu Lampu Gentur, Cianjur, Kamis (14/2/2019). Para pelaku kejahatan itu dianggap meresahkan warga, karena kerap sadis saat beraksi menggunakan senjata tajam.*/SHOFIRA HANAN/PR
BELASAN anggota geng motor ditunjukkan ke hadapan publik, di persimpangan Tugu Lampu Gentur, Cianjur, Kamis (14/2/2019). Para pelaku kejahatan itu dianggap meresahkan warga, karena kerap sadis saat beraksi menggunakan senjata tajam.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Polres Cianjur berhasil mengamankan belasan anggota geng motor pelaku kejahatan jalanan. Sebanyak 13 remaja laki-laki yang diamankan itu, kerap beraksi sebagai begal dengan senjata tajam.

Pada ekspos kali ini, seluruh pemuda dari beberapa geng motor itu ‘dipamerkan’ di persimpangan Tugu Lampu Gentur di tengah terik matahari. Hal itu menyebabkan, masyarakat berebut ingin melihat para pelaku secara langsung.

Belasan pemuda yang meresahkan warga itu, ditangkap di empat lokasi. Antara lain, Jalan Irhanda Warungbatu, Pacet, Jalan Raya Sukabumi, dan Jalan Raya Bandung.

“Belasan anggota geng motor ini, diamankan setelah kami melakukan penanganan dan pengejaran kurang lebih selama empat hari secara massif. Aksi mereka ini terbilang sadis dan meresahkan,” ujar Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, Kamis 14 Februari 2019.

Ia menjelaskan, dalam melancarkan aksinya para pelaku dari geng Moonraker, GBR, dan XTC itu membekali diri dengan celurit, samurai, gergaji, dan corbek. Menurut Soliyah, mereka beraksi dengan sistem bacok lari menggunakan empat unit motor yang juga menjadi barang bukti.

Modus operandi mereka adalah, merebut motor korban dengan mengacungkan senjata untuk mengancam. Mereka pun tidak segan melukai korban hingga akhirnya mengalami luka serius.

“Korban sejauh ini sudah ada empat orang. Rata-rata mengalami luka bacok, sampai harus dapat minimal 12 jahitan,” ucapnya.

Menurut dia, para pelaku beraksi dengan target korban secara acak. Berdasarkan penyelidikan, mereka pun tidak bekerjasama atau janjian untuk beraksi.

Penangkapan anggota geng motor itu, menjadi bentuk keseriusan kepolisian yang bekerjasama dengan Kodim 0608 dalam memberantas kejahatan jalanan. Ditunjukkannya para pelaku di tengah publik  pun menjadi salah satu bukti, untuk memperlihatkan bahwa pihak terkait serius dan akan massif melakukan pemberantasan geng motor.

Soliyah menjelaskan, sebelumnya sudah dibentuk satgas khusus yang terus berpatroli mengejar geng atau pelaku kejahatan jalanan. Secara tegas dikatakan, tidak ada ampunan untuk kejahatan jalanan atau geng motor di wilayah Cianjur.

Apabila diperlukan, akan diberikan tindakan tegas terukur jika para pelaku tertangkap atau kedapatan beraksi kriminal. “Ini jelas membuat kami prihatin dengan situasi seperti ini. Makanya, pelaku tidak akan diberi ampun lagi. Bahkan, keringanan hukuman pun tidak akan diberikan,” kata dia.

Atas tindakan tersebut, para pelaku diancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara untuk kejahatan curas, Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara untuk kejahatan pengeroyokan, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara untuk kejahatan penganiayaan.

Sementara itu, Dandim 0608 Rendra Dwi Ardani mengatakan, kerjasama aparat polisi, TNI, dan pemda tidak akan mentolerir kejahatan yang meresahkan.

“Situasi saat ini, sudah disepakati bahwa kondusifitas harus terjaga. Terutama dari segala macam kejahatan,” ujar dia.

Rendra mengimbau, agar orangtua yang memiliki anak remaja lebih memperhatikan pergaulan putra putri mereka. Terutama kegiatan di luar rumah, sehingga bisa lebih terkontrol.

Ia mengharapkan, masyarakat Cianjur terus bekerjasama untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif. Pasalnya, upaya seluruh aparat pun membutuhkan dukungan dari elemen masyarakat.***

Bagikan: