Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

Pipa Minyak Pertamina Bocor, Sawah di Indramayu Tercemar

Gelar Gandarasa
PETUGAS  mensterilkan area kebocoran pipa minyak mentah di Widasari, Kabupaten Indramayu, Rabu (13/2/2019).*/GELAR GANDARASA/PR
PETUGAS mensterilkan area kebocoran pipa minyak mentah di Widasari, Kabupaten Indramayu, Rabu (13/2/2019).*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Pipa gas milik Pertamina EP bocor di wilayah Widasari, Kabupaten Indramayu. Kebocoran tersebut membuat sawah di sekitar pipa tercemar.

Pertamina akan mengganti rugi lahan persawahan yang terkena dampak ceceran minyak. Kebocoran pipa distribusi minyak mentah itu ada di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari.

Adapun pipa tersebut dilaporkan bocor pada Rabu 13 Februari 2019. Akibat kebocoran, areal persawahan yang ada di sekitar pipa tercemar minyak mentah.

Formalities Staff Pertamina EP Jatibarang Field Renita mengatakan, kebocoran tepatnya terjadi di flowline sumur Sindang (Sin) 04 yang berisi minyak mentah. Sesaat setelah bocor, petugas Pertamina EP Jatibarang langsung mematikan sumur tersebut guna mencegah luasan areal lahan tercemar bertambah.

“Langsung mencari titik kebocoran,” kata Renita, Kamis 14 Februari 2019.

Kebocoran pipa tersebut bisa teratasi oleh petugas yang langsung melakukan perbaikan. Sementara itu, ceceran minyak yang mencemari persawahan warga juga terus dibersihkan.

“Rembesan minyak berdampak pada sawah masyarakat dengan luasan 994 meter persegi,” ujar Renita.

Saat ini, ceceran minyak yang masih tersisa di persawahan sudah disterilkan. Renita mengatakan, insiden kebocoran itu tidak sampai memakan korban jiwa. Hanya saja sawah warga yang tercemar terancam mati tak bisa panen.

Pertamina EP Jatibarang telah berkoordinasi dengan pemilik lahan persawahan yang tercemar. Hasil kesepakatan Pertamina EP Jatibarang akan memberikan ganti rugi. “Akan dilakukan penggantian tanam tumbuh,” tuturnya.

Salah seorang warga sekitar Karni mengaku, sebelum adanya kebocoran dirinya sempat mendengar bunyi keras dari arah pipa. Bunyi keras itu diikuti oleh kepulan asap hitam pekat setinggi 5 meter.

Mendengar ledakan, ia pun sontak kaget lari ketakutan karena takut mengeluarkan api. “Menyembur ke atas terus reda lagi. Begitu seterusnya,” ucap Karni.

Saat bunyi ledakan terjadi, kebanyakan warga tengah tidak berada di rumahnya masing-masing.  Dia pun tidak mengetahui pasti apa penyebab dari bunyi ledakan keras tersebut.

“Tiba-tiba saja terus saya minta tolong ke orang lewat,” ujar Karni.

Petugas dari Pertamina EP Jatibarang pun langsung terjun untuk mengatasi kebocoran. Dia menambahkan, minyak mentah dari pipa itu memang mencemari persawahan warga.

“Sebelumnya tidak pernah bocor sebesar ini. Paling biasanya bocor kecil saja,” tuturnya.

Warga pun sejak kemarin bisa beraktivitas kembali. Karni mengatakan, warga setempat cepat tanggap saat pipa tersebut bocor.

Insiden kebocoran pipa gas bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya pipa gas milik Pertamina EP Jatibarang Field juga mengalami kebocoran di Kecamatan Kedokan Bunder Indramayu.

Setelah pipa gas bocor, belum  lama ini area Pertamina EP di Balongan terbakar. Kebakaran itu mengakibatkan fasilitas milik Pertamina EP hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam dua insiden yang terhadi sebulan terakhir itu.*** 

Bagikan: