Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 26.8 ° C

Menaker Sebut Target 10 Juta Lapangan Kerja Sudah Terlampaui

Riesty Yusnilaningsih
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kedua kiri) meninjau salah satu lapak pedagang pada acara Temu Menaker bersama pengusaha paguyuban ritel tradisional, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019)./ANTARA FOTO
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kedua kiri) meninjau salah satu lapak pedagang pada acara Temu Menaker bersama pengusaha paguyuban ritel tradisional, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019)./ANTARA FOTO

BEKASI, (PR).- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengklaim target penciptaan 10 juta lapangan kerja telah berhasil terlampaui. Keberhasilan tersebut terealisasi berkat terwujudnya iklim investasi yang baik di Indonesia.

Hanif menyampaikan hal tersebut di hadapan ratusan pengusaha ritel binaan Sampoerna yang tengah menjalani pendampingan di Bella Vista Kota Bekasi, Kamis 14 Februari 2019.

"Presiden Joko Widodo memasang target 10 juta lapangan kerja tercipta selama lima tahun masa kepemimpinannya dan itu sudah terlampaui karena data terkini memperlihatkan 10.500.000 angkatan kerja yang kini telah terserap di dunia kerja," ucapnya.

Hanif mengatakan, hal ini dimungkinkan karena pemerintah telah berhasil menciptakan iklim investasi yang baik di tanah air. Adanya iklim investasi yang sehat ini menjadi daya tarik bagi investor untuk datang ke Indonesia dan menanamkan modalnya.

"Indonesia pun kini menjadi salah satu negara yang diincar banyak investor," katanya.

Oleh karena itu, Hanif menegaskan, agar masyarakat jangan selalu memandang negatif terhadap kedatangan investor asing. Meskipun mereka juga datang dengan tenaga kerja asing yang turut menyertai.

"Kedatangan tenaga kerja asing yang menyertai investor tidak dimaksudkan untuk merebut lapangan pekerjaan tenaga kerja lokal. Justru tenaga kerja lokal bisa ikut terekrut di dunia industri berkat kehadiran investor-investor tadi," katanya.

Investasi menggeliat

Hanif pun mencontohkan kejadian tersebut pada kenyataan di Morowali, Sulawesi Tengah. Sebelumnya, perekonomian kabupaten yang hanya dihuni 150.000 jiwa tersebut kurang menggeliat.

Hingga akhirnya datang investor asing yang menyuntikkan modalnya untuk usaha pengolahan nikel di lokasi tersebut. Sedikitnya 32.000 lapangan pekerjaan tersedia berkt kehadiran industri pengolahan nikel itu.

"Sebanyak 29.000 tenaga kerja direkrut dari warga setempat, baru sekitar 10 persen lainnya yang merupakan tenaga kerja asing dengan keahlian khususnya," katanya.

Tak sekadar mengentaskan pengangguran warganya, kehadiran industri tersebut juga turut menggerakkan gerak perekonomian di Morotali secara keseluruhan meskipun tidak bersentuhan langsung dengan aktivitas industri.

"Itu merupakan bukti nyata bahwa kehadiran investor asing bukanlah sesuatu yang merugikan bangsa. Seperti warga Morotali yang mungkin tak akan mengalami perkembangan ekonomi signifikan tanpa kehadiran investor tersebut," katanya.

Hanif juga berpesan, jika memang kekhawatiran akan persaingan dengan tenaga kerja asing masih dirasakan ada, maka sudah menjadi suatu keharusan bagi tenaga kerja untuk memperkaya kemampuan dirinya dengan keahlian dan keterampilan khusus yang bisa menambah nilai jual pribadi. ***

Bagikan: