Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 27.6 ° C

Trotoar Cantik yang Tidak Diminati

Tommi Andryandy
TROTOAR berukuran luas dibangun memercantik Jalan Inspeksi Kalimalang Kabupaten Bekasi, Selasa, 12 Februari 2019. Usaha Pemerintah Kabupaten Bekasi memercantik Kalimalang tidak sepenuhnya dimanfaatkan warga, salah satunya jalur pedestarian yang sepi peminat.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
TROTOAR berukuran luas dibangun memercantik Jalan Inspeksi Kalimalang Kabupaten Bekasi, Selasa, 12 Februari 2019. Usaha Pemerintah Kabupaten Bekasi memercantik Kalimalang tidak sepenuhnya dimanfaatkan warga, salah satunya jalur pedestarian yang sepi peminat.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

ADA yang berbeda dari perwajahan Jalan Inspeksi Kalimalang, tepatnya di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Lebih cantik, dengan jalur pejalan kaki yang luas dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Namun, fasilitas tersebut rupanya tidak sepenuhnya diminati. Padahal, jalur yang baru dirampungkan akhir tahun ini 2018 ini, selain untuk memercantik, dibangun pula untuk memberi kenyamanan warga.

Berdasarkan pantauan “PR”, Selasa, 12 Februari 2019, tidak banyak warga yang menggunakan trotoar itu untuk berjalan. Adapun mereka yang berjalan, hanya pemilik warung yang berderet di sekitar Kalimalang. Bukan sekedar berjalan, trotoar yang sudah diperbaiki itu malah menjadi lokasi baru bagi mereka menjajakkan dagangannya.

Ada yang menggunakan trotoar untuk menempatkan rak jajanan, ada pula pedagang masakan yang menyimpan kursi dan meja bagi para konsumen yang makan di tempat. Tidak ketinggalan tukang tambal ban yang memajang kompresor di atas trotoar berwarna itu.

“Ya sebenarnya salah, tapi ya kalau tidak ada yang jalan kaki, mubazir juga,” kata salah seorang pedagang ‘penguasa’ trotoar itu.

Selain dikuasai pedagang, minimnya peminat trotoar itu lantaran jalan tersebut bukan jalur pejalan kaki. Tidak ada pusat keramaian atau bahkan perbelanjaan di lokasi itu. Ada juga satu perguruan tinggi, namun tidak terlihat mahasiswa berlalu lalang di sekitar lokasi.

Lebih jauh, meski trotoar dibuat lebih luas dan memadai, namun kondisi lingkungan sekitar tidak begitu nyaman bagi para pejalan kaki. Di Jalan Kalimalang Desa Jayamukti ini terdapat pabrik yang memproduksi adukan semen. Kendaraan berat hilir mudik melewati lokasi sehingga debu saling berterbangan.

Pembangunan trotoar ini merupakan bagian dari penataan Jalan Kalimalang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Selain pelebaran jalan menjadi dua jalur, jalan yang memanjang dari berbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi hingga Karawang itu dibangun juga jalur pejalan kaki.

Pada 2018, trotoar dibangun sepanjang 2,6 kilometer, mulai dari Tegalgede Kecamatan Cikarang Selatan hingga Tegaldanas Kecamatan Cikarang Pusat. Hanya saja, di beberapa titik, pembangunan trotoar nampak tidak tepat sasaran karena minimnya pejalan kaki.

PARA siswi terlihat lebih memilih berjalan kaki di badan jalan dari pada di trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang Kabupaten Bekasi, Selasa, 12 Februari 2019. Usaha Pemerintah Kabupaten Bekasi memercantik Kalimalang tidak sepenuhnya dimanfaatkan warga, salah satunya jalur pedestarian.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, pembangunan trotoar itu merupakan bagian dari perbaikan saluran air. Sebagai bentuk komitmen untuk kenyamanan warga, selain pembangunan jalan dan perbaikan saluran, dibangun pula trotoar.

“Karena memang konsepnya memberi kenyamanan kepada warga. Dari komitmen Pemkab Bekasi, kami tidak hanya ingin pembangunan untuk jalan kendaraan bermotor saja namun juga pejalan kaki. Harapannya dapat memfasilitasi warga,” kata dia.

Sedangkan terkait trotoar yang digunakan pedagang untuk berjalan, Iman mengaku akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan. “Karena kan tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga perlu ada koordinasi,” ucap dia.

Terkait pembanguann trotoar ini, lanjut dia, Pemkab tetap berkomitmen pada pembangunan. Tahun ini Rp 19,8 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan trotoar di lima titik di Kabupaten Bekasi.

“Ada sebanyak lima titik mulai dari batas kota hingga Tegalgede sekitar 9 kilometer. Komitmen kami juga trotoar didesain ramah disabilitas. Sudah ada guiding block tectile yang berfungsi untuk memandu penyandang disabilitas tunanetra saat berjalan,” kata dia.***

Bagikan: