Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 20.6 ° C

Seorang Nelayan Tewas dalam Tabrakan Perahu di Waduk Cirata

Hilmi Abdul Halim
TIM gabungan pencari korban tabrakan perahu di Waduk Cirata Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta menyerahkan jasad korban ke rumahnya, Senin (12/2/2019) malam. Setelah tertabrak perahu lain, korban sempat hilang dan dicari selama empat jam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
TIM gabungan pencari korban tabrakan perahu di Waduk Cirata Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta menyerahkan jasad korban ke rumahnya, Senin (12/2/2019) malam. Setelah tertabrak perahu lain, korban sempat hilang dan dicari selama empat jam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Seorang nelayan tewas setelah perahu miliknya bertabrakan dengan perahu lain di Waduk Cirata, wilayah Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta. Jasad korban ditemukan beberapa jam setelah kecelakaan yang terjadi pada Selasa 12 Februari 2019 malam.

Korban jiwa diketahui bernama Duduh (55) warga Kampung Cisalada Desa Tegaldatar Kecamatan Maniis. "Tabrakan tersebut diduga terjadi akibat kurangnya penerangan di kedua perahu," kata Kepala Polisi Sektor setempat Ajun Komisaris Agus Wahyudin, Rabu 13 Februari 2019.

Pada saat kejadian, korban diketahui tengah membawa hasil ternak menggunakan perahu motor berukuran kecil. Namun, tak disangka muncul perahu motor yang lebih besar dari arah berlawanan pada saat bersamaan.

Kedua perahu yang melintas dari arah berlawanan diduga tidak bisa melihat objek di sekelilingnya saat kejadian sekitar pukul 19.00. Perahu korban mengalami kerusakan yang lebih parah dibandingkan perahu lain yang ditumpangi tiga orang.

Ketiga penumpang perahu yang lebih besar itu mengaku bernama Eman, Cecep dan Away. Mereka mengaku melaju dari arah daratan menuju tengah danau yang berjarak 30 meter dari daratan ke lokasi tabrakan.

"Korban terpental setelah tertabrak perahu yang lebih besar, kemudian tercebur ke dalam air," kata mereka pada polisi. Akibatnya, jasad korban sempat dinyatakan hilang tenggelam di danau sedalam 10-15 meter.

Untuk menemukan korban bahkan diperlukan waktu sekitar empat jam. Pencarian itu dilakukan warga bersama petugas tentara dan kepolisian setempat. Tim gabungan itu pun harus menyelam ke dasar danau untuk mencari korban hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Meski menimbulkan korban jiwa, petugas kepolisian setempat hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan tersebut. Polisi dan warga sepakat kecelakaan tersebut lebih diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang minim penerangan, bukan faktor kesengajaan pengemudi perahu.

"Saat ditemukan, jasad korban memang mengalami luka yakni pada bagian kepala sebelah kanannya," kata Agus.

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumahnya untuk dikuburkan.***

Bagikan: