Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 27.6 ° C

Atalia Kamil Ajak Masyarakat Jawa Barat Menangkal Hoaks

Nuryaman
ATALIA Kamil/NURYAMAN/PR
ATALIA Kamil/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Ketua Penggerak Pebinaan Kesejahteraan Keluarga Provisni Jawa Barat Atalia Praratya, mengajak kepada segenap masyarakat di Jawa Barat menolak serta ikut berperan aktif menangkal penyebarluasan setiap informasi bohong atau hoaks. Ajakan istri Gubernur Jabar itu disampaikan ketika menghadiri acara Diseminasi Inforamasi Program Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Media Pertunjukan Rakyat Tahun2019 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kuningan, Rabu 13 Februari 2019.

Acara itu digelar atas kerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar, Dinas Pendidikan Jabar, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Jabar, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Jabar, PKK Provinsi Jabar, Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jabar, SMKN 2 Kuningan, juga dukungan dari pemerinath Daerah Kabupaten Kuningan. Acara itu merupakan kegiatan pertama sarling (siaran keliling) Jabar Saber Hoaks Diskominfo Jabar.

Dalam acara tersebut, Atalia Kamil menyarakan agar anak-anak sekolah dan masyarakat harus membiasakan memilih dan memilah setiap berita atau sebaran informasi yang diterima. Jangan gampang terprovokasi dan ikut-ikutan menyebarluaskan konten berita atau sebaran informasi dari sumber yang tidak jelas.

“Kalau lihat atau baca konten sesuatu jangan gemes dulu. Baca dulu, terutama lihat dulu sumber beritanya, ada buku, ada koran, ada televisi. Jadi dari berita-berita media mainstrem saja lah percayanya. Kalau baca yang aneh-aneh dari sumber yang tidak jelas, jangan dipercaya dulu. Tanya dulu betul apa tidak,” katanya.

Ia lebih lanjut menyarakan, jika menerima atau membaca seberan konten berita atau informasi misalnya dari media sosial, cek dulu betul tidak berita itu dan cek juga sumbernya, lalu telah konten berita itu bersifat bisa menolong atau membantu, memberikan pengaruh tidak, memberikan inspirasi tidak.

“Lamun henteu mah nanaonan disebarkeun. Tinggalkeun weh. Kalau memberikan manfaat yang banyak dan sumbernya sudah di cek benar (bisa dipercaya) oke lah kita share (sebarkan). Mengandung nilai-nilai untuk kebaikan tidak? Lamun henteu, goodbye, tinggalkan,” ujarnya.

Melalui kesempatan itu Atalia juga sempat memimpin pembacaan deklarasi anti hoaks diikuti tim Jabar Saber Hoaks, ratusan murid dan guru di sekolah tersebut, . Deklarasi itu berisi empat poin pernyataan, selengkapnya berbunyi sebagai berikut; Kami masyarakat Jawa Barat menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan, berlatar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan. Menyampaikan berita yang benar sesuai fakta yang terjadi, tidak menyebarkan berita hoaks dan fitnah. Menggunakan media sosial secara bijak, santun dan cerdas. Bekerja sama dengan semua pihak untuk menolak, menangkal, dan menghentikan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Jabar Widiatmoko, dalam acara itu sebelumnya menyebutkan, teknologi informasi dan komunikasi sekarang sudah menjadi bagian paling dekat dalam keseharian hidup masyarakat. Seiring dengan itu masyarakat dituntut harus membuka wawasan tentang bagaimana memanfaatkan dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komonikasi dalam kehidupan secara benar.

NURYAMAN/PR

Motivasi dan tips sukses Atalia Kamil

Selain menggelorakan kampanye anti hoaks, melalui kesempatan itu Atalia juga sempat memberikan motivasi dan beberapa tips sukses meraih cita-cita kepada murid-murid di sekolah tersebut. Untuk mencapai impian dan cita-cita, tuturnya, hidup harus punya tujuan. Kemudian melangkah mencapai tujuan, banyak membaca, pantang menyerah, serta hati-hati melangkah  jangan sampai terbawa arus melakukan keburukan atau hal-hal negatif .

“Pepatah Tongkok mengatakan langkah pertama adalah langkah bagi ribuan langkah berikutnya. Kalau mau sukses, meskipun seribu orang mengatakan anda tidak akan sukses tidak ada masalah. Kamu akan gagal, seribu orang mengatakan itu pun tidak ada pengaruh apa-apa. Namun, kalau kita sendiri yang bilang tidak akan bisa, hancurlah sudah kita tidak akan jadi apa-apa. Jadi biarlah orang lain bicara apapun, kalau kita punya satu tujuan dan cita-cita, capai impian sepenuh hati,” tuturnya.

Sementara itu acara sarling program Diskominfo Jabar dikemas dalam acara bertajug pertunjukan rakyat di SMKN 2 Kunigan itu, berlangsung dari pukul 9.00 hingga sekitar pukul 11.00. Acara tersebut disaksikan juga Kepala SMKN 2 Kuningan Lili Ramli, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Kuningan Ika Acep Purnama, Riadi, Kepala Dinas Perustakaan dan Arsip Daerah Pemprov Jabar, Teddy Suminar Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, sejumlah kepala SMK dan SMA di Kuningan, serta sejumlah pejabat dan unsur pimpinan dinas dan lembaga terkait kegiatan tersebut.

Atalia Praratya, ditemui “PR” seusai acara itu menyebutkan, kegiatan sarling program Diskominfo Jabar seperti itu berikutnya direncanakan akan dilaksanakan rutin dua pekan sekali secara bergilir di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat. “Kami berharap yang kami lakukan ini bisa mendorong semua pihak untuk bersemangat menghadirkan anak-anak remaja kita supaya mereka siap menghadapi tantangan zaman masa depan,” kata Atalia.***

Bagikan: