Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

80 Anak di Bogor Terpapar HIV-AIDS

ILUSTRASI pemeriksaan HIV-AIDS.*/ANTARA
ILUSTRASI pemeriksaan HIV-AIDS.*/ANTARA

BOGOR,(PR).- Sebanyak 80 anak di Kota dan Kabupaten Bogor terpapar virus HIV-AIDS. Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota Bogor, Iwan Suryawan menyebutkan, data tersebut merupakan data akumulatif dari tahun 2005 hingga 2019. Saat ini, mereka mendapatkan pendampingan rutin dari KPA Kota Bogor.

“Saat ini kami cukup fokus pada ODHA anak-anak, di Bogor jumlahnya cukup banyak. Dari jumlah tersebut, ada 40 orang yang sudah menjalani kontrol rutin dan mendapatkan pendampingan. Mereka yang sakit kami datangi, kami beri motivasi,” ujar Iwan Suryawan saat dijumpai Pikiran Rakyat di Balai Kota Bogor, Rabu 13 Februari 2019.

Iwan mengatakan, anak-anak yang terpapar virus  HIV-AIDS mayoritas tertular dari air susu ibu yang menderita HIV-AIDS. Pendampingan kepada ODHA anak-anak, kata Iwan, sangat perlu dilakukan agar mereka tidak rendah diri saat bergaul dengan anak-anak sebaya mereka.

“Penularan HIV bisa dari tiga sebab, yakni ada hubungan badan, suntik pertukaran darah, dan air susu ibu bagi yang positif. Anak-anak yang sudah terindetifikasi dan positif HIV-AIDS tentu akan didampingi, jangan sampai mereka masuk ke fase AIDS. Saat menjalani pengobatan mereka akan dapat obat antiretroviral, obat untuk menekan virus HIV itu biar bisa beraktivitas seperti biasa,” kata Iwan.

Sementara itu, aktivis AIDS Kota Bogor, Jessica Fitriana mengaku cukup prihatin dengan tingginya kasus HIV-AIDS pada anak di Bogor. Putri Indonesia Jawa Barat 2018 ini  mengatakan, saat ini pihaknya fokus memberikan pendampingan kepada 39 anak yang terindikasi terpapar virus HIV di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bogor.

“Usia anak-anak yang terpapar antara 0 sampai 16 tahun,  mereka tentu sangat butuh pendampingan, karena setiap bulannya harus menjalani kontrol rutin. Ini bukan hal mudah bagi mereka,” kata Jessica.

Menurut Jessica, pendampingan diperlukan karena usia anak yang terkena HIV-Aids rentan terkena diskriminasi. Itu sebabnya, pemberian motivasi dan pendampingan kepada keluarga juga perlu dilakukan.

“Enggak jarang anak-anak ini menerima diskriminasi, ketika status mereka bocor, selain melakukan pendampingan kami juga lakukan sosialisasi dengan menyebarkan informasi bahwa HIV itu tidak menular dengan mudah kepada masyarakat,” papar Jessica.***

Bagikan: