Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

10 Kali Beraksi, Kareir Empat Terduga Begal Sadis Diakhiri Polisi

Tommi Andryandy
ILUSTRASI kriminal.*/DOK. PR
ILUSTRASI kriminal.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Catatan aksi kejahatan SW (30), DK (29), MRS (20) dan AG (17) akhirnya selesai. Empat sekawan itu ditangkap setelah melakukan pencurian dengan kekerasan lebih dari 10 kali.

Dalam aksinya, mereka kerap melukai korban dengan sejumlah senjata tajam yang dibawa. Padahal, sasaran mereka hanya telepon seluler yang bernilai kurang dari Rp 1 juta.

“Jadi memang dari catatan aksinya, yang mereka incar itu handphone. Tapi meski begitu, mereka tidak segan melukai korban yang mencoba melawan. Jadi setiap kali beraksi, mereka kerap membawa senjata tajam seperti pedang maupun golok,” kata Kepala Kepolisian Sektor Tambun, Komisaris Rahmad Sujatmiko, Selasa 12 Februari 2019.

Diungkapkan Rahmad, komplotan ini ditangkap setelah melakukan aksinya di sekitar Kecamatan Tambun Selatan, Rabu 6 Februari 2019. Mereka ditangkap beberapa jam setelah membegal korban.

“Satu tersangka kami amankan setelah kejadian. Tersangka ini memisahkan diri dengan yang lainnya. Kemudian kami lakukan pengembangan, lantas Kamis 7 Februari 2019 dini hari, tiga pelaku lainnya kami tangkap di wilayah Cibitung. Termasuk SW yang mencoba melarikan diri sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” ucap dia.

Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini tidak tergabung dengan kelompok pelaku kejahatan lainnya. Meski demikian, aksi mereka terbilang rapi serta terorganisir. “Sebelum beraksi mereka berkumpul. Saat kumpul ini mereka membagi tugas masing-masing,” ucap dia.

Pada kasus terakhir, dengan korban Geri (20) warga Tambun, keempat pelaku berbagi tugas. SW bertindak sebagai pengintai sekaligus menyergap serta mengunci pergerakan korban. Setelah korban tidak mampu bergerak, pelaku AG lantas memukul korban dengan menggunakan helm, sedangkan pelaku lainnya MRS menginjak-injak korban.

“Saat korban tidak berdaya, pelaku DK mengambil dua unit ponsel milik korban. Kedua ponsel tersebut dijual pelaku SW seharga Rp900.000. Namun, sebelum para pelaku menikmati hasil kejahatan tersebut, mereka sudah kami amankan,” katanya.

Saat ditangkap, sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya sebilah pedang sepanjang 30 sentimeter, 9 lembar uang Rp 100.000, satu motor dan helm. Barang bukti lainnya ditemukan di kontrakan salah seorang pelaku di Kampung Utan, Cibitung yakni sangkur, kunci T, dompet, kunci motor dan lainnya.

Diungkapkan Rahmad, dari hasil pemeriksaan, mereka telah berkasi lebih dari 10 kali. Aksi tersebut dilakukan di sekitar Tambun Selatan, Cibitung dan Setu. Hanya saja, polisi masih mendalami sejumlah aksi tersebut.

“Ada 10 aksi yang mereka lakukan, namun kami masih mendalami hal itu. Dari keterangan yang kami dapatkan, mereka beraksi begitu saja. Asalkan ketemu kesempatan, mereka langsung beraksi,” ucap dia.

Atas kasus tersebut, keempat pelaku dijerat pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun.***

Bagikan: