Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Oknum Satpam Kantor Pos Jajakan Senpi Ilegal

Riesty Yusnilaningsih
KEPOLISIAN Sektor Bekasi Utara mengamankan dua pelaku penjual senjata api ilegal.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
KEPOLISIAN Sektor Bekasi Utara mengamankan dua pelaku penjual senjata api ilegal.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Kepolisian Sektor Bekasi Utara menangkap dua penjual senjata api ilegal. Dalam operasi yang dilakukan, aparat menjebak para pelaku.

Namun, satu orang pelaku kabur saat akan diringkus, dan kini menjadi buruan polisi. Kepala Polsek Bekasi Utara Komisaris Dedi Nurhadi mengatakan, kedua tersangka yang tertangkap -Ag (26) dan Jw (36)- ditangkap saat dipancing aparat yang mengaku ingin membeli senjata dari tangan keduanya.

"Harga yang disepakati untuk sepucuk pistol Rp 8 juta. Pertemuan pun disepakati di Teluk Pucung, Bekasi Utara, Sabtu 9 Februari 2019 dini hari," kata Dedi saat menggelar rilis di Markas Polsek Bekasi Utara, Selasa 12 Februari 2019.

Ketika aparat kepolisian tiba di lokasi yang disepakati, keduanya langsung diamankan. Dalam jok motor yang dikemudikan tersangka, ditemukan sepucuk pistol berikut 12 butir peluru kaliber 38.

"Saat kejadian, sebenarnya ada tiga tersangka yang datang ke lokasi, tapi salah satunya berinisial Az melarikan diri," katanya.

Polisi pun menggeledah tempat tinggal Az yang disebut kedua tersangka sebagai pengendali transaksi senjata api yang mereka lakoni. Di sana, polisi mengamankan sebuah pistol 'softgun' berikut 37 butir peluru kaliber 39 buatan PT Pindad.

"Tersangka Az masih kami buru, sedangkan terhadap dua orang yang sudah ditangkap, kami jerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Sebab keduanya membawa senjata ilegal, yang seharusnya dilengkapi surat-surat," kata Dedi.

Dalam kesempatan yang sama, tersangka Ag yang berprofesi sebagai satpam Kantor Pos mengatakan biasanya dia memang memperjualbelikan senjata untuk bermain 'air soft gun'. Jual beli senjata dilakukannya dengan sesama anggota klub menembak yang diikutinya.

"Kalau senjata 'air soft gun' biasanya lengkap dengan surat-surat, tapi yang kali ini tidak ada dan itu disuruh Az," ucap Ag.

Namun belum lagi menikmati keuntungan dari transaksi tersebut, Ag kini justru meringkuk di sel tahanan.***

Bagikan: