Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 27.3 ° C

Tawuran 2 Kelompok Tewaskan Pemuda, Ditetapkan Enam Tersangka Penganiayaan

Riesty Yusnilaningsih
RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Enam pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Ali Sadikin (17), warga Harapan Jaya, Bekasi Utara, terancam penjara 12 tahun, meskipun beberapa di antaranya masih di bawah umur.

"Usia pelaku bervariasi mulai 15 tahun sampai 20 tahun. Yang masih masuk kategori anak-anak tetap diproses secara hukum, tapi tentunya nanti ada pertimbangan khusus," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Eka Mulyana saat menggelar rilis di Markas Polrestro Bekasi Kota, Senin 11 Februari 2019.

Penganiayaan yang berakibat tewasnya Ali terjadi saat berlangsungnya tawuran yang melibatkan dua kelompok berbasis wilayah pecah pada Minggu 10 Februari 2019 dini hari. Tawuran kali ini merupakan aksi balasan dari kejadian pekan sebelumnya.

Om Kali Star vs Bayur

Dua kelompok yang terlibat menamakan dirinya Om Kali Star dan Bayur. Pada aksi tawuran pertama, pekan sebelumnya, salah satu anggota Om Kali Star ada yang terluka hingga hampir putus tangannya.

"Anggota Om Kali Star akhirnya menantang tawuran lanjutan karena ingin balas dendam. Aksi tantangan disampaikan melalui rekaman video yang dikirimkan melalui akun media sosial," katanya.

Tantangan disambut geng Bayur. Kedua kelompok menyepakati tawuran jilid dua dilakukan di tempat sama, yakni depan pabrik Alexindo pada Minggu  10 Februari 2019 dini hari.

Setidaknya ada 30 orang dari kedua kelompok yang datang dengan mempersenjatai diri. Mulai dari samurai, celurit, stik golf, juga bambu.

Saat kejadian, korban tersungkur setelah ditabrak motor yang dikendarai RNF. Tubuh korban yang telah terjatuh diseret RNF untuk kemudian dianiaya beramai-ramai.

RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Tersangka SR membacok punggung dan tangan korban menggunakan celurit. Tusukan celurit juga didapat korban dari pelaku IN dan JP. Sementara DF memukul punggung menggunakan stik golf, sedangkan tersangka MI berbekal bambu turut memukul punggung korban.

"Dengan serangan bertubi-tubi seperti itu, korban langsung tewas di tempat. Saat petugas kami datang ke lokasi, tawuran sudah bubar, menyisakan korban yang sudah tak bernyawa," katanya.

Dipancing Mobile Legends

Pengejaran pun langsung dilakukan,  berbekal keterangan saksi di lokasi kejadian. Selang sepuluh jam kemudian, keenam pelaku berhasil ditangkap dan langsung dijebloskan ke dalam sel.

Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku terpancing meladeni tantangan kelompok korban.

"Mereka awalnya sedang berkumpul main 'game online Mobile Legend'. Waktu tantangan datang, langsung terpancing," katanya.

Agar aksi serupa tak terulang, Eka mengatakan pihaknya akan memperketat patroli 'cyber' terhadap percakapan dalam grup-grup kelompok. Adapun personel di wilayah, dimintanya juga mengintensifkan kembali patroli lapangan.

"Namun kami imbau orang tua juga ikut peduli dan turut mengantisipasinya dengan cara rajin memonitor pergaulan anaknya di media sosial juga tidak membiarkan anaknya berkeliaran malam hari," kata Eka.***

Bagikan: