Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Langit umumnya cerah, 21.6 ° C

Perbedaan Upah Signifikan, Industri di Jawa Barat Hengkang ke Jawa Tengah

Tia Dwitiani Komalasari
INDUSTRI Otomotif.*/REUTERS
INDUSTRI Otomotif.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Perbedaan upah yang signifikan antara Jawa Barat dengan provinsi di sekitarnya menjadi alasan utama banyaknya industri yang hengkang.‎ Kondisi tersebut menggangu iklim investasi di Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudradjat menanggapi pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada 20 industri di Jawa Barat yang pindah ke Jawa Tengah atau luar negeri.

Ade Sudradjat mengatakan, dari jumlah tersebut, sebenarnya hanya satu industri yang pindah ke luar negeri. Sementara sisanya pindah ke Jawa Tengah.

Ade Sudradjat mengatakan, perbedaan UMP Jawa Barat dan Jawa Tengah mencapai Rp 1 juta. "Jika pabrik punya seribu karyawan saja, berarti bedanya Rp 1 miliar per bulan. Jumlah itu bisa digunakan untuk sesuatu," ujar dia kepada, Minggu 10 Februari 2019.

Dia mengatakan, perbedaan upah tersebut juga mempengaruhi investasi baru di Jawa Barat. "Sementara faktor lainnya yang menggangu iklim investasi seperti, misalnya, banyaknya LSM di Jawa Barat," kata dia.

Menurut Ade Sudradjat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga perlu melakukan kajian secara matang‎ untuk rencana memindahkan industri padat karya ke kabupaten yang memiliki UMK rendah. Dia meminta pemerintah memastikan ketersediaan fasilitas di kawasan industri baru tersebut.

"Fasilitas itu misalnya pengelolaan air, jalur ke pelabuhan, dan bandara," kata dia.

Selain itu, Ade Sudtadjat mengatakan, pemerintah juga perlu memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja di wilayah tersebut. "Misalnya saja untuk Majalengka, sekarang pabrik-pabrik kesulitan mencari tenaga kerja di sana. Tenaga kerjanya sangat kurang," ujar dia.

Relokasi ke segitiga emas

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendukung rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk merelokasi pabrik di wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta ke Cirebon, Majalengka, atau Subang.

Dia mengatakan, relokasi itu harus dilakukan sesegera mungkin karena dikhawatirkan akan banyak industri Jawa Barat yang akhirnya pindah ke daerah lain.

"Saya sudah menerima laporan, sebanyak‎ 20 pabrik yang sudah pindah. Solusinya, ya segitiga kawasan timur Majalengka, Subang, dan Cirebon," ujar dia.

Enggartiasto Lukita berjanji akan mengajak investor luar negeri untuk menanamkan investasi di Jawa Barat jika kawasan itu telah siap.

Dia juga berjanji akan berupaya menarik kembali investor yang hengkang ke Vietnam dan Filipina karena masalah upah tenaga kerja yang tinggi.***

Bagikan: