Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Tiang-tiang PLN Masih Terpasang, Jalan Kalimalang Tetap Dibangun

Tommi Andryandy
TIANG-tiang beton terpasang di tengah jalan yang baru dibeton di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Pemandangan ini menjadi hal yang aneh dan membahayakan karena meski tiang masih berdiri, jalan tetap dibeton.*  TOMMI ANDRYANDY/PR
TIANG-tiang beton terpasang di tengah jalan yang baru dibeton di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Pemandangan ini menjadi hal yang aneh dan membahayakan karena meski tiang masih berdiri, jalan tetap dibeton.* TOMMI ANDRYANDY/PR

PEMANDANGAN janggal terlihat pada pembangunan Jalan Inspeksi Kalimalang di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Pada proses pelebaran itu, terdapat tiang-tiang yang berdiri kokoh di tengah jalan.

Anehnya, meski tiang-tiang masih terpasang, betonisasi terus berjalan. Alhasil, pelebaran Jalan Kalimalang ini pun menyerupai jalur tes pada proses pembuatan surat izin mengemudi. Pengendara dituntut lihai berkemudi, berbelok menghindari tiang beton dan besi yang masih berdiri. “Saya juga enggak mengerti. Terus buat apa dibeton, da kita juga susah mau ngelewatnya,” kata Didi (30), warga sekitar kepada Pikiran Rakyat, Kamis 7 Februari 2019.

Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyat, terdapat sedikitnya 10 tiang yang masih terpasang di tengah jalan, tepatnya pada jalur utara. Tiang tersebut terdiri dari tiang beton dengan profil membentuk huruf H serta tiang besi.

Sebelum dilebarkan, tiang sebenarnya berada di luar badan jalan. Namun, setelah lahan di sisi utara dibebaskan, praktis tiang menjadi berada di badan jalan. Anehnya, meski tiang belum dipindahkan, jalan tersebut justru tetap dibangun dengan cara dibeton.

Kondisi ini pun terbilang membahayakan bagi para pengendara. Mereka yang melintas jalan baru tersebut harus berhati-hati agar tidak menabrak tiang. Terlebih pada malam hari kondisi gelap karena penerangan jalan umum tidak memadai.

Dari pantauan di lapangan, beberapa pengendara sepeda motor tampak mencoba jalan baru tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat kaget dengan adanya tiang di tengah jalan, sehingga kembali ke jalan yang lama. Begitu pun dengan pengendara mobil yang mencoba jalan baru namun tidak lama kembali ke jalan lama. “Tadinya kan padat nih, ambil kiri ternyata parah ada tiang, jadi ya sudah balik lagi,” kata Reza (43), salah seorang pengendara.

TIANG-tiang  beton terpasang di tengah jalan yang baru dibeton di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Pemandangan ini menjadi hal yang aneh dan berbahaya karena meski tiang masih berdiri, jalan tetap dibeton.* TOMMI ANDRYANDY/PR

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, pelebaran Jalan Kalimalang tersebut merupakan proyek dari Kementerian PUPR. “Jadi memang kewenangannya ada di Kementerian PUPR. Namun, informasi yang saya dapat, sebenarnya pembangunan jalannya ada di sekitar Tambun, namun kemudian dialihkan ke Tegal Danas. Koordinasinya ada di mereka,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Manager Perencanaan PLN Area Bekasi, Yudho Rahadianto mengatakan tiang yang masih terpasang itu milik PLN. Dia mengakui, pihaknya belum memindahkan tiang lantaran kurangnya koordinasi.

“Jadi sekitar Desember lalu kami bersama PUPR survei di lapangan bersama, ketika itu memang lahannya belum dibebaskan sehingga tiang belum bisa dipindahkan. Namun sekarang apabila telah dibangun berarti memang seharusnya sudah dipindahkan,” ucap dia.

Diungkapkan Yudho, setelah survei tidak ada koordinasi terkait pembebasan atau pun pembangunan fisik. Namun demikian, Yudho menyatakan bakal segera berkoordinasi untuk memindahkan tiang tersebut. “Jumat saya akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR melalui perwakilan di pusat. Memang seharusnya sudah dipindahkan. Setelah koordinasi, kami harapkan ada survei kembali di lapangan secara bersama. Setelah itu kami dapat bergerak, setidaknya diperlukan waktu dua minggu untuk memindahkan tiang itu,” ucapnya.

Untuk diketahui, pembangunan Jalan Kalimalang merupakan proyek yang dikerjakan setiap tahun. Harapannya, jalur Kalimalang di Kabupaten Bekasi dapat seperti di Kota Bekasi atau Jakarta,yakni menjadi jalur protokol dengan empat lajur di dua jalur.***

Bagikan: