Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Hujan, 24.2 ° C

Situ Cikumpay, Potensi Wisata Purwakarta yang Belum Dikelola

Hilmi Abdul Halim
SEORANG warga mencari ikan di Situ Cikumpay Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Kamis 7 Februari 2019 siang. Warga menilai situ terdapat memiliki potensi pariwisata bila dikelola dengan baik.* HILMI ABDUL HALIM/PR
SEORANG warga mencari ikan di Situ Cikumpay Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Kamis 7 Februari 2019 siang. Warga menilai situ terdapat memiliki potensi pariwisata bila dikelola dengan baik.* HILMI ABDUL HALIM/PR

SELEMBAR jala ditebar dari pinggir Situ Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis 7 Februari 2019 siang oleh seorang warga, Dakim (75). Ia sangat leluasa mencari ikan karena suasana di sekitar situ yang lengang meskipun cuacanya sangat cerah.

Kegiatan itu biasa dilakukan hampir setiap hari. Hasil tangkapannya memang tak seberapa, tapi Dakim bersyukur masih bisa memberi makan keluarga dengan beberapa ekor ikan nila atau mujaer seberat total 3-4 kilogram dari setiap kali menjala.

Dakim merasa, situ seluas sekitar tiga hektar itu memiliki potensi pariwisata bila dikelola khusus oleh lembaga yang berkompeten. "Selama ini tak ada pengelolaan khusus dari pemerintah atau siapapun. Kalau saja ditanami ikan misalnya, di sini pasti ramai," katanya.

Tak ada yang tahu persis waktu kemunculan Situ Cikumpay. Dakim sempat menanyakan pada orang paling tua di desanya saja tidak diketahui. Warga setempat justru lebih mengetahui mitos yang diceritakan secara turun temurun mengenai situ tersebut.

Petugas penjaga Situ Cikumpay, Asli (42) menceritakan, konon ada sejenis ikan yang memiliki sirip lebar -warga menyebutnya ikan mas kumpay- hidup di sana sejak dulu kala. Kemunculan ikan tersebut kerap dikaitkan dengan bencana orang tenggelam pada keesokan harinya.

"Rata-rata yang tenggelam itu juga warga dari luar Purwakarta katanya. Tapi sudah lama tidak ada yang tenggelam di sini, mungkin sepuluh tahunan," kata Asli. Mitos itu mungkin semakin hilang dari masyarakat tapi tidak juga membuat kunjungan ke Situ Cikumpay meningkat.

Sejak ditunjuk sebagai petugas penjaga Situ Cikumpay oleh pemerintah desa setempat pada 2014 lalu, Asli tidak mengetahui program pengelolaan situ tersebut. "Paling tidak harus ada pembangunan beton di pinggiran situ yang mulai rusak. Tembok itu katanya dibangun dari 1966 dan belum ada renovasi sampai sekarang," kata dia.

Jika dikemas dengan baik, Situ Cikumpay dinilai memiliki potensi pariwisata seperti halnya Situ Wanayasa bahkan Situ Buleud di pusat Kabupaten Purwakarta. Menurut seorang pegawai kantor Desa Cikumpay, Enung (41), situ yang terletak persis di depan kantornya itu biasa ramai setiap Sabtu malam.

"Banyak penjual makanan di pinggir jalan situ tersebut seperti pasar tumpah. Warga jadi banyak yang datang," kata Enung. Menurutnya, diperlukan fasilitas umum seperti pagar pembatas situ hingga tempat duduk agar pengunjung bisa merasa lebih aman dan nyaman menikmati suasana situ tersebut. ***

Bagikan: