Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Pindahnya Gerbang Tol Cikarang Utama Buka Titik Macet Baru?

Tommi Andryandy
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan layang tol Cikampek di kilometer 36, Cikarang, Jawa Barat, Minggu 27 Januari 2019./ANTARA FOTO
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan layang tol Cikampek di kilometer 36, Cikarang, Jawa Barat, Minggu 27 Januari 2019./ANTARA FOTO

CIKARANG, (PR).- PT Jasa Marga berencana memindahkan gerbang tol Cikarang Utama dari Kabupaten Bekasi ke Cikampek dan Sadang, Purwakarta. Diharapkan langkah dapat mengatasi kemacetan, bukan lantas memindahkannya

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lokman. Pihaknya mengaku mengapresiasi pemindahan pintu tol, soalnya saat ini dinilai tidak memadai karena terganggu proyek pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). 

Hanya saja, pemindahan tersebut jangan sebatas memindahkan titik kemacetan dari yang ada sekarang ke lokasi yang baru. Pasalnya, kata  dia, kondisi ini pernah terjadi pada gerbang tol Karang Tengah, Banten.

"Saya berharap PT Jasamarga bisa belajar dari pengalaman Karang Tengah. Jadi di situ pintu tol dipindahkan tapi di lokasi yang baru ini jumlah gardunya tidak ditambah, otomatis macetnya pindah. Jadi berdampak kemacetan di pintu keluar," ujarnya.

Menurut dia, bagi kendaraan besar,  Tol Jakarta-Cikampek memang menjadi jalur utama untuk menuju Cikarang dan Karawang. Sayangnya, karena tengah ada pembangunan, ruas tol menjadi menyempit hingga kerap terjadi kemacetan. Lebih jauh, kendaraan besar kerap dijadikan penyebab kemacetan.

"Karena kalau truk kami dari arah Tol JORR, baik dari arah Tanggerang dan Tanjung Priuk, ketika ke arah Cikarangdan Karawang pasti melintas ke Japek. Sebab jalur tersebut merupakan jalur utama, sebab truk tidak mungkin melintas di arteri. Cuma sering juga kami disebut sebagai penyebabnya, padahal memang jalannya menyempit. Kami juga sering terkendala karena distribusi barang kan jadi terhambat," kata dia.

Dengan demikian, kata Lokman dengan kebijakan tersebut PT Jasamarga bisa memikirkan gerbang tol. Supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan saat keluar tol. "Selain kondisi kemacetan, coba dihitung juga tarifnya. Kan biasanya nge-tap di Cikarang Utama sekarang Cikarang Utamanya pindah. Semoga segera disosialisasikan," kata dia.

Akses Tol Trans Jawa

Seperti diketahui, pemindahan GT Cikarang Utama dilakukan untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan pelayanan. Karena, lokasi yang ada saat ini mulai terganggu dengan proses pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Jumlah gardu tol pun berkurang dari 31 menjadi 24 gardu.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Tol Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman menuturka,n dua gerbang tol baru sedang proses pembangunan di km 69 dan km 70. Lokasi tersebut pengganti gerbang tol Cikarang Utama.

Menurut Raddy, km 70 ruas tol Japek akan menjadi akses menuju tol Trans Jawa. Sedangkan km 69 yang tepat berada di Sadang, Purwakarta, adalah pintu akses menuju Tol Purbaleunyi hingga Bandung. Saat ini, progres pembangunan dua gerbang tol itu dalam tahap pengecekan lahan.

”Kami targetkan bisa rampung bulan Mei, sebelum arus mudik lebaran nanti, dua gerbang tol itu sudah difungsikan. Karena gerbang Cikarang Utama sudah tidak lagi difungsikan,” katanya.

Selain untuk mengantisipasi kemacetan,  Raddy menjelaskan, pemidahan gerbang tol dilakukan karena keberadaan GT Cikarang Utama tidak akan digunakan lagi setelah proyek tol Jakarta-Cikampek II Elevated resmi beroperasi.

”Dengan dipindahnya GT Cikarang Utama ke km 70 dan km 69 beban kendaran akan pecah, karena arah Purbaleunyi bebannya capai 35 persen di Cikarang Utama. Sistem pembayaran pun akan menjadi sistem pembayaran terbuka. Pemindahan dua gerbang tol ini juga untuk memecah kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya.***

Bagikan: