Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Cemarajaya, Desa yang Terancam Lenyap dari Peta

Dodo Rihanto
ABRASI di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.*/DODO RIHANTO/PR
ABRASI di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Puluhan rumah dan ratusan hektare tambak di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya dinyatakan hilang tergerus abrasi yang terjadi sejak 2005 silam. Saat ini masih ada ada 400 rumah warga yang teracam lenyap dari peta dunia akibat hantaman gelombang pasang di pantai Cemarajaya.

"Ada puluhan keluarga yang terpaksa meninggalkan desa ini karena rumah mereka ambruk diterjang gelombang," ujar Kepala Desa Cemarajaya, Yonglim Supardi, Rabu, 6 Februari 2019.

Menurut dia, sebelum terkena abrasi, Desa Cemarajaya selalu dilintasi wisatawan lokal yang akan mengunjungi Pantai Pisangan. Namun, kini jalan tersebut sudah putus dihantam gelombang.

Tak ada lagi mobil yang bisa lewat, kecuali sepeda motor yang bisa melintas dengan cara menginjak hamparan pasir pantai.

Disebutkan juga, jauh sebelum terjadi abrasi, jarak pemukiman warga ke bibir pantai mencapai 1 kilometer lebih. Tapi kini, lindah gelombang sudah bisa menyentuh tembok rumah warga.

"Antara pemukiman warga dengan pantai, dulunya terhampar tambak bandeng dan udang. Kini sebagian tambak-tambak itu telah lenyap," kata Yonglim.

Disebutkan, hantaman gelombang pasang terparah terjadi 2016 silam. Waktu itu, air laut masuk ke rumah warga hingga paha orang dewasa. Saat itu pula banyak rumah warga yang ambruk.

ABRASI di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.*/DODO RIHANTO/PR

Menurut Yonglim, terjangan abrasi ke Desa Cemarajaya sedikit berkurang, setelah pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga Pemerintah Kabupaten membangun sabuk pemecah gelombang di sekitar bibir pantai.

"KKP membangun sambuk pemecah gelombang sepanjang 3,3 kilometer beberbentuk lentur dan berfungsi menangkap pasir yang pecah dihantam gelombang. Sementara Pemkab Karawang membangun penahan gelombang berbentuk turap sepanjang 760 meter," kata Yonglim.

Meski demikian, Desa Cemarajaya belum sepenuhnya aman dari abrasi. Sebab, masih ada 400 rumah warga yang kerap menjadi langganan banjir rob. 

"Ada tiga dusun yang masih terus menerus diterjang gelombang, yakni Dusun Pisangan, Cemara II, dan Cemata I Utara," ujar Yonglim.

Dikatakan juga, rencananya 400 rumah itu akan direlokasi ke Dusun Sekong, yang letaknya sekira satu kilometer dari bibir Pantai Dusun Cemara I Utara. "Sudah didata, ada sekira 400 rumah yang kini berada tepat di bibir pantai," katanya.

Relokasi tersebut, sambungnya, bakal menggunakan tanah bekas tambak yang telah dibebaskan oleh Pemkab Karawang. Meski demikian ia belum mengetahui pasti kapan relokasi itu akan dilaksanakan.***

Bagikan: