Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Perburuan Liar Ancam Kelangsungan Hidup Primata

Nurhandoko
AKTIVIS lingkungan memberikan pemahaman menyangkut nasib primata di Indonesia  yang hampir punah, Minggu (3/2/2019) di Taman Huta Kota wilayah Cigembor, Ciamis. Kegiatan yang diisi dengan kampanye serta teatrikal keselamatan primata merupakan rangkaian memeringati Hari Primata Indonesia./ NURHANDOKO WIYOSO/PR
AKTIVIS lingkungan memberikan pemahaman menyangkut nasib primata di Indonesia yang hampir punah, Minggu (3/2/2019) di Taman Huta Kota wilayah Cigembor, Ciamis. Kegiatan yang diisi dengan kampanye serta teatrikal keselamatan primata merupakan rangkaian memeringati Hari Primata Indonesia./ NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS, (PR).- Memanfaatkan momentum Hari Primata Indonesia, aktivis lingkungan International Animal Rescue (IAR) Indonesia dan Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis menggelar kampanye dan edukasi pelestarian primata. Kegiatan yang berlangsung Minggu  3 Februari 2019 di Taman Hutan Kota Cigembor, Kabupaten Ciamis diikuti puluhan pelajar dan aktivis lingkungan.

Selain menggelar kampanye edukasi arti pentingnya  pelestaran primata, sekaligus juga diisi dengan sosialisasi serta penggalangan dukungan kepada masyarakat untuk pelestarian primata. Di tempat tersebut mereka juga memasang puluhan foto satwa berikut infografiis menyangkut primata jawa. Selain itu juga diisi dengan teaterikal menyangkut perlindungan terhadap primata.

Perwakilan IAR Indonesia Agung Ismail mengatakan salah satu ancaman yang sangat berbahaya bagi kelestarian primata yakni adanya perbulura liar. Hal itu juga ditunjang banyaknya perdagangan primata untuk sebagai binatang peliharaan. Seiring perkembangan, semakin sulit untuk mendeteksi, karena perdagangan dilakukan melalui media online.

"Kami memberikan edukasi kepada pelajar serta masyarakat agar ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian primata, terutama primata jawa. Pengawasan oleh masyarakat terhadap perburuan serta pedagangan binatang dilindungi cukup efektif memberatnas dan mencegah perdagangan satwa primata” tutur Agung.

Dia mengungkapkan, sebagian besar primata yang diperdagangkan hasil perburuan  atau tangkapan alam. Proses penangkapan serta perlakuannya dilakukan dengan kejam.  Seperti mengambil anak dengan membunuh orangtuanya. Alasan perburuan juga beragam, mulai dari alasan ekonomi, diambil daging bahkan sebatas hobi.

“Edukasi  pencegahan dan perlindungan terhadap primata, tidak hanya dilakukan kepada  penjual akan tetapi juga pembelinya,” ujarnya.

AKTIVIS lingkungan memberikan pemahaman menyangkut nasib primata di Indonesia  yang hampir punah, Minggu (3/2/2019) di Taman Huta Kota wilayah Cigembor, Ciamis. Kegiatan yang diisi dengan kampanye serta teatrikal keselamatan primata merupakan rangkaian memeringati Hari Primata Indonesia./ NURHANDOKO WIYOSO/PR

Lebih lanjut Agung mengatakan saat ini Indonesia mereupakan negara yang memiliki kekayaan primata yang banyak dibandingkan negara lain. Setidaknya ada 60 spesies primata, dari jumlah tersebut 70 persen hampir punah. Di Jawa Barat, terdapat 5 spesies, 4 diantaranya merupakan primata endemik atau hanya ada di tempat tersbeut. Yaitu Surili, Owa jawa, kukang jawa serta lutung.

“Apabila mulai dari sekarang tidak dilingdungi, ancaman kepunahan bakal semakin besar. Punahnya spesies primata, merupakan kehilangan sangat besar, serta menganggu keseimbangan alam,” ucapnya.

Pada bagian lain Agung mengungkapkan kasus perburuan kukang di wilayah Majalengka, dengan  79 individu. Kondisi tersebut sudah memerihatinkan. “Sebulan lalu ada kasus perburuan kurang, jumlahnya 79 di majalengka. Ini yang terbesar sepanjang sejarah,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan beberapa kukang diburu dengan cara ditembak dengan senapan angin. Hal itu dibuktikan dari beberapa kurang yang diselamatkan, beberapa di antaranya ditemukan peluru senapan angin.

“Hasil rescue  kami, beberapa kukang ditemukan 3 – 5 peluru senapan angin. Mestinya senapan angin itu digunakan untuk olahraga, tidak untuk perburuan liar. Kelestarian primata merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tutur Agung.***

Bagikan: