Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Jokowi Sidak Sekolah yang Hampir Roboh di Bekasi, Sudah 35 Tahun Tak Terawat

Yusuf Wijanarko
PRESIDEN Joko Widodo meninjau bangunan SMPN 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Rabu 30 Januari 2019. Sepuluh dari 14 ruang kelas di sekolah tersebut rusak. Jokowi menyatakan, sekolah akan diperbaiki mulai Maret tahun ini.*/TOMMY ANDRYANDY/PR
PRESIDEN Joko Widodo meninjau bangunan SMPN 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Rabu 30 Januari 2019. Sepuluh dari 14 ruang kelas di sekolah tersebut rusak. Jokowi menyatakan, sekolah akan diperbaiki mulai Maret tahun ini.*/TOMMY ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak ke bangunan SMPN 1 Muara Gembong di Kabupaten Bekasi yang kondisinya rusak parah.

"Kami ini belok untuk sidak saja. Saya dengar, SMPN 1 Muara Gembong ini bangunannya (rusak) parah," kata Jokowi di dalam ruang kelas SMPN 1 Muara Gembong yang kondisinya rusak, Rabu 30 Januari 2019 seperti diberitakan Antara.

Dalam sidak itu, Jokowi menanyakan kondisi bangunan sekolah kepada kepala sekolah.

"Sejak 1984, tidak pernah ada pemeliharaan dan perbaikan sehingga keadaan dua kelas sudah sangat parah, kelas yang lain juga sama, plafonnya sudah tidak layak," kata sang kepala sekolah.

Dengan kondisi seperti itu, sekolah memberlakukan jam masuk sekolah pada pagi dan siang.

Jokowi mengemukakan, jumlah siswa di SMPN 1 Muara Gembong 690 orang.

"Banyak sekali siswa-siswi di sini tetapi sarana dan prasarananya seperti ini," kata Jokowi.

Jokowi memerintahkan Kementerian PUPR melakukan perbaikan gedung sekolah itu mulai Maret 2019 dengan dana dari APBN.

"Secepatnya akan dikerjakan Kementerian PUPR. Secepatnya, karena ini dibutuhkan. Kepala sekolah tadi menyampaikan, ’Pak, ini butuh sekali karena ada 690 murid, jumlah yang sangat banyak dan ada yang masuk siang hingga sore’," kata Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hasimuljono dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Jokowi mengatakan, kewenangaan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan saat ini sudah dialihkan dari Kemendikbud kepada Kementerian PUPR.

Jokowi juga menyebut sudah memiliki data sekolah-sekolah mana yang nanti menjadi konsentrasi pembangunan kembali pada 2019.

"Berikutnya, pada 2020 yang rusaknya sedang. Tahun depannya lagi yang rusaknya ringan, sehingga sekolah sudah tidak ada lagi yang seperti ini," katanya.

Sekolah dan rakit di Garut

Dari Garut dilaporkan, sejumlah murid SD masih memanfaatkan alat transportasi rakit dari bambu untuk aktivitas pergi maupun pulang sekolah dengan menyeberangi Sungai Cimanuk di perbatasan Kecamatan Karangpawitan dengan Kecamatan Banyuresmi.

"Sampai sekarang, anak-anak masih menyeberang sungai pakai rakit," kata Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan, Rabu 30 Januari 2019 sebagaimana dilaporkan Antara.

Ia menuturkan, warga di seberang sungai di Desa Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, sudah puluhan tahun memanfaatkan rakit untuk menyeberangi Sungai Cimanuk guna mempersingkat waktu menuju perkotaan dengan melewati Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

SEJUMLAH siswa yang berdomisili di wilayah Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, terpaksa harus menempuh risiko setiap kali mau berangkat dan pulang sekolah. Mereka menggunakan rakit untuk menyebrangi Sungai Cimanuk agar bisa sampai ke sekolah yang berlokasi di Kampung Tegal Kalapa, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

Terutama murid SD asal warga Desa Lengkongjaya yang setiap hari pergi maupun pulang sekolah menggunakan rakit bambu menuju sekolah yang berada di Kecamatan Banyuresmi.

"Selain murid sekolah, ada juga warga yang pergi bekerja atau pergi ke pasar menggunakan rakit tersebut," katanya.

"Kalau pakai rakit lebih cepat, tapi kalau lewat Karangpawitan, jalannya mutar, lebih lama, ongkos ojek saja Rp 30.000," katanya.

Persoalan masyarakat tersebut, kata dia, sudah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut yang berjanji membangun jembatan permanen untuk memudahkan aktivitas masyarakat menyeberangi sungai.

"Pak Bupati sudah ke lokasi, janjinya akan dibangunkan jembatan tahun ini karena kalau ini terus dibiarkan, kasihan warga," katanya.***

Bagikan: