Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Rel Terendam Banjir, Kereta Terlambat hingga Enam Jam

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI.*
ILUSTRASI.*

CIREBON, (PR). - Sejumlah perjalanan kereta api yang melintasi Cirebon terhambat, Minggu 27 Januari 2019. Bahkan ada kereta yang terlambat sampai lebih dari 6 jam.

Keterlambatan perjalanan sejumlah kereta terjadi akibat banjir besar yang merendam rel kereta api antara Kabupaten Batang dan Ujungnegoro, Daop 4 Semarang, Jawa Tengah. Keterlambatan dialami sedikitnya oleh lima kereta api, dengan keterlambatan bervariasi mulai dari 1,5 jam hingga 6 jam 4 menit.

Menurut Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Kuswardoyo, di antara KA jarak jauh yang melintasi Cirebon, yang terlambat yakni KA 11 Argosindoro dari Semarang Tawang ke Gambir yang terlambat 62 menit. Kemudian KA 149 Menoreh dari Semarang Tawang ke Pasar Senen terlambat 90 menit. Kemudian KA 141 Majapahit dari Malang ke Pasar Senen terlambat 339 menit, KA 177 Kertamaya dari Surabaya Pasar Turi ke Pasar Senen terlambat 340 menit dan KA 171 Matarmaja dari  Malang ke Pasar Senen terlambat 364 menit.

“Kami atas nama PT KAI memohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan perjalanan kereta api yang diakibatkan adanya gangguan alam tersebut, “ katanya.

Meski perjalanan terhambat bahkan sampai ada yang terlambat lebih dari 6 jam, tidak ada penumpukan kereta api di Cirebon. “Sejauh ini untuk wilayah Daop 3 tidak ada perjalanan KA penumpang jarak jauh yang dibatalkan, semua berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Menurut dia, keterlambatan disebabkan jalur yang terendam banjir tidak bisa dilalui selama beberapa saat. “Setelah bisa dilalui, laju kereta di lokasi (banjir) dibatasi hanya sampai 5 km per jam, “ katanya.

Kuswardoyo menjelaskan, kronologis terhambatnya beberapa perjalananan KA diawali dengan adanya hujan deras sejak Sabtu, 26 Januari 2019 sore di wilayah Semarang.

Kemudian sekitar pukul 23.42 diinformasikan ada genangan di petak jalan Batang-Ujungnegoro yang masuk wilayah Daop 4 Semarang. “Lalu pada pukul 24.20 dipasang semboyan 3 artinya lokasi banjir tersebut tidak dapat dilalui kereta api. Pada Pukul 5.50 semboyan 3 dicabut diganti semboyan 2C dengan kecepatan maksimal diijinkan 5 kilometer per jam di lokasi,” paparnya.

Ditambahkannya, sebagai wujud pelayanan purna kepada pengguna jasa kereta api, PT KAI menyediakan service recovery yang diakibatkan keterlambatan tersebut.

“Bagi penumpang yang akan membatalkan perjalanan, PT KAI akan mengembalikan 100% biaya tiket perjalanan kereta api tersebut,” katanya.***

Bagikan: