Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 21.4 ° C

Indramayu Diterjang Angin Puting Beliung, Atap Kantor Polisi Rusak

Fani Ferdiansyah
Ilustrasi cuaca ekstrem.*/ABC
Ilustrasi cuaca ekstrem.*/ABC

INDRAMAYU, (PR).- Sejumlah lokasi di Kabupaten Indramayu diterjang angin puting beliung, Minggu 27 Januari 2019 dini hari. Beberapa bangunan rumah dan perkantoran dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan itu.

Kepala Kepolisian Resor Indramayu AKBP Yoris M. Y. Marzuki, mengatakan pihaknya menerima laporan bangunan rumah dan perkantoran yang rusak akibat angin puting beliung. "Di Mapolres Indramayu ada beberapa atap yang rusak akibat sapuan angin puting beliung," kata Yoris kepada wartawan.

Selain atap Mapolres Indramayu, sapuan angin puting beliung juga merusak beberapa kantor yang berdekatan di bagian atapnya. Puting beliung sendiri, lanjut Yoris, terjadi dua kali, yaitu sekitar pukul 00.15 WIB dan 03.15 WIB.

Tidak hanya merusak rumah dan kantor, namun juga merusak satu unit mobil. "Kendaraan dinas lantas kami juga pecah kaca belakangnya karena tertimpa genting akibat puting beliung," tuturnya.

Yoris mengatakan pihaknya sudah memerintahkan polsek di jajaran untuk melakukan pengecekan daerah yang terdampak angin puting beliung. Sementara seorang warga Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rudi, mengatakan angin puting beliung menerjang desanya sekitar pukul 00.15 WIB.

Saat itu dia sedang berada di luar rumah. "Tiba-tiba angin kencang datang, ada beberapa rumah tetangga yang rusak ringan dan juga ranting berjatuhan," kata Rudi, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Potensi di musim hujan

Sementara Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, mengatakan selama musim hujan sangat berpotensi terjadinya angin puting beliung dan itu bisa terjadi dimana saja, terutama wilayah Cirebon yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. "Kalau musim hujan potensi terjadinya angin puting beliung sangat besar," ujar Ahmad Faa Iziyn.

Angin puting beliung, kata Faiz, terjadi karena awan hujan yang bewarna abu-abu kehitaman atau disebut Cumulonimbus, dan ini muncul pada saat musim hujan dan juga pancaroba.

"Angin puting beliung berpotensi terjadi selama musim hujan ini, hingga menjelang masuk musim kemarau atau pancaroba, pada bulan Mei nanti," ujarnya.

Sebelumnya, terjangan angin puting beliung juga melanda Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat 11 Januari 2019. Sapuan angin kencang itu merusak rumah warga dan sejumlah fasilitas lainnya di Rancaekek.

Tidak hanya memporak-porandakan rumah warga, hembusan angin juga menumbangkan beberapa pohon. Menurut seorang warga di Kompleks Perumahan Rancaekek Permai 2, Jalan Talun Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Anin (47) mengatakan, sebelum angin puting beliung itu menerjang kawasan permukiman, terlihat ekor pusaran angin di atas langit.

Pusaran tersebut akhirnya mendekati permukiman penduduk dan memporak-porandakan bangunan yang dilewatinya. Peristiwa itu, dikatakan Anin, terjadi pada pukul 15.00 WIB.

“Sebelumnya ada hujan dulu, enggak terlalu deras juga. Terus terlihat ada pusaran angin. Lama kelamaan pusaran angin itu membesar hingga menyapu atap-atap rumah. Semua warga yang ada di rumahnya, lari keluar rumah. Mereka panik, saya juga yang jauh melihatnya (angin puting beliung) panik,” ujar Anin.

Hal senada diungkapkan warga lainnya di Kompleks Perumahan Rancaekek Permai II, Yeti Yumyeti (40). Dia mengungkapkan, akibat terpaan angin puting beliung itu sejumlah atap rumah warga tersapu hembusan angin. Menurutnya, angin puting beliung terjadi sekitar 15 menit.***

 

 

Bagikan: