Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Tahun Ini, Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp 299 Miliar untuk Bangun Sekolah

Tommi Andryandy
ILUSTRASI sekolah rusak.* HILMI ABDUL HALIM/PR
ILUSTRASI sekolah rusak.* HILMI ABDUL HALIM/PR

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan dana sebesar Rp 299 miliar untuk perbaikan sarana pendidikan. Jumlah tersebut menjadi komitmen Pemkab untuk memerbaiki sekolah secara massal.

Meski demikian, anggaran tersebut belum dapat menyentuh seluruh bangunan sekolah yang rusak. Dinas Pendidikan mencatat, jumlah sekolah yang rusak di Kabupaten Bekasi mencapai 5.696 ruang kelas.

“Memang masih diperlukan lebih banyak anggaran untuk bangun dan merehabilitasi sekolah yang rusak. Namun komitmen untuk perbaikan itu terus dilakukan dan tentunya disesuaikan dengan porsi anggaran,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, Kamis 24 Januari 2019.

Diungkapkan Iman, anggaran tersebut difokuskan pada penataan infrastruktur pendidikan seperti pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, dan rehabilitasi bangunan sekolah baik sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

Berdasarkan rencana pembangunan, kata dia, anggaran tersebut dibagi atas pembangunan sekolah baru di dua lokasi dengan nilai Rp 30 miliar, kemudian ruang kelas baru di 39 lokasi dengan nilai Rp 86 miliar, dan rehab total di 52 lokasi dengan nilai mencapai Rp 127 Miliar.

“Sisanya untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah seperti mebel dan toilet di setiap sekolah agar sekolah semakin layak,” kata dia.

Iman menjelaskan, anggaran bagi pembangunan sarana pendidikan ini menjadi yang terbesar dari berbagai pembangunan infrastruktur lainnya. “Jika dihitung dari keseluruhan anggaran di dinas kami, paling besar untuk sekolah. Rp 299 miliar itu sekitar 42 persennya dari anggaran yang ada untuk pembangunan di Dinas PUPR,” ucap dia.

Anggaran untuk pembangunan, ditambahkan Iman, berjumlah Rp 699 miliar atau 12 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019. “APBD Kabupaten Bekasi 2019 itu kan Rp 5,8 triliun, sebanyak 12 persennya ada di pembangunan. Selain pendidikan, alokasi anggaran juga untuk jalan, jembatan, sumber daya air, bangunan umum, penataan ruang dan pemeliharaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Maman Agus Supratman menyatakan, pihaknya tengah terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menyesuaikan pembangunan. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Pembangunan ini merupakan komitmen Pemkab untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan. Karena memang jumlahnya itu ratusan sekolah yang harus diperbaiki. Pendataan ini untuk mengetahui sekolah mana saja yang harus diprioritaskan,” kata dia.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mencatat, fasilitas pendidikan yang rusak di mencapai 5.696 ruang kelas. Jumlah tersebut terdiri dari 4.346 ruang di sekolah dasar dan 1.350 ruang di sekolah menengah pertama. Kerusakan itu terbagi dalam empat kategori yakni rusak ringan, rusak sedang, rusak berat dan rusak total.

Di tingkat SD, jumlah tersebut terbagi atas 3.220 ruang kelas dinyatakan rusak ringan, 503 ruang rusak sedang, 333 ruangan rusak berat dan 290 ruangan rusaktotal. Jika dihitung secara persentase, jumlah ruang kelas yang rusak di SD mencapai 82,2 persen. Soalnya, dari total 5.284 ruang, hanya 938 ruang yang dinyatakan baik.

Hal serupa terjadi di tingkat SMP. Dari total 1.770 ruang kelas yang ada, sebanyak 1.350 ruangan atau 76,2 persen di antaranya rusak. Jumlah tersebut terdiri atas 1.029 ruangan dalam kondisi rusak ringan, 122 ruangan rusak sedang, 98 ruangan rusak berat dan 101 ruangan rusak total.

Diungkapkan Supratman, banyaknya sekolah yang rusak disebabkan brbagai faktor seprti usia sekolah yang sudah tua serta kerap diterjang banjir.***

Bagikan: