Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Akan Panen Februari, Jokowi Instruksikan Bulog Serap Jagung di Garut

Muhammad Ashari
PETANI memanen jagung di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.* ANTARA
PETANI memanen jagung di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.* ANTARA

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo menginstruksikan Bulog untuk bersiap-siap menyerap hasil panen jagung yang diestimasikan akan berlangsung pada bulan Februari 2019. Instruksi itu keluar setelah Bulog melaporkan kondisi penanaman jagung di Garut.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengungkapkan hal tersebut seusai bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Kamis 24 Januari 2019. Menurutnya, hasil panen jagung akan berguna juga bagi para peternak ayam. Sebelumnya, peternak ayam mengalami kekurangan jagung untuk pakan ayam sehingga terpaksa impor.

“Kami sekarang sedang memetakan, tempat-tempat yang akan panen jagung di mana saja di seluruh wilayah yang tanam jagung. Itu nanti akan disiapkan untuk penyerapannya,” katanya.

Menurutnya, saat ini belum diketahui produksi jagung yang sebenarnya berapa banyak. Upaya pemetaan dilakukan untuk mengetahui estimasi produksi jagung serta wilayah yang diperkirakan bisa mengalami defisit jagung. Hasil jagung di wilayah yang surplus akan dialokasikan ke wilayah yang defisit.

“Yang memetakan nanti BPS. Kemarin BPS sudah memetakan kemungkinan-kemungkinan panen mulai Februari sampai April, baik itu beras atau padi dan jagung,” tuturnya.

Menurutnya, Bulog akan menyerap sesuai dengan kebutuhan dari segi harga jualnya. Bila harganya turun, maka Bulog yang akan menyerap jagung tersebut. Namun bila harganya naik, Bulog tidak akan melakukan penyerapan. “Kalau harga bagus di tingkat petani, ya sudah biar saja. Toh, yang butuh kan peternak ayam,” tuturnya.

Ia menyebutkan, HPP untuk jagung sebesar Rp 3.150. Bilamana nanti harga turun, misalnya sampai Rp 3.000 di tingkat petani, Bulog akan membelinya Rp 3.150.
“Ini kan untuk menjaga buffer stock kita dan tugas kami kan stabilisasi harga. Kalau di atas itu, berarti petani diuntungkan. Misalnya di atas HPP, kan petani diuntungkan. Lebih baik dong,” tuturnya.***

Bagikan: