Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Soal Pernyataan Jokowi, Pengacara Abu Bakar Ba'asyir: Situasinya Berubah-ubah

Tim Pikiran Rakyat
KUASA hukum capres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat, 18 Januari 2019. Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan.*/ANTARA
KUASA hukum capres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat, 18 Januari 2019. Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan.*/ANTARA

CIBINONG,(PR).- Pengacara ustad Abu Bakar Ba'asyir, Mahendradatta, pukul 11.00 datang ke LP Gunung Sindur untuk melihat Abu Bakar Ba'asyir. Ia datang bersama anak Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rahim

Kedatangan Mahendradatta mendadak dicegat wartawan ketika hendak masuk pintu gerbang. "Saya ingin lihat perkembangan," kata Mahendradatta, Rabu 23 Januari 2019.

Ketika diminta tanggapan tentang pernyataan Presiden Jokowi, Mahendradatta balik bertanya, pernyataan presiden yang mana harus ditanggapi. Apakah di Garut atau yang terbaru. 

"Ya kita lihat saja perkembangannya karena situasinya berubah-ubah,” ujar Mahendradatta.

Sementara anak Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rahim tidak memberikan pernyataan kepada wartawan. Sampai saat ini belum diketahui jam berapa Abu Bakar Ba'asyir akan dibebaskan. Para awak media tetap stand by menunggu di luar pintu gerbang LP Gunung Sindur.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Sopiana bicara soal rencana pembebasan terpidana teroris Abu Bakar Baasyir. Para wartawan telah memadati lapas tersebut sejak pagi hari.

Sopiana menyatakan masih menunggu konfirmasi pimpinan terkait pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir. "Pembebasan Abu Bakar Baasyir itu saya masih menunggu konfirmasi pimpinan," kata Sopiana kepada wartawan, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Begitu pun soal kepastian tanggal keluarnya Baasyir, Sopiana mengaku belum mengetahuinya. Meski begitu pihak keluarga terpidana kasus terorisme tersebut sudah mengunjungi Lapas Gunung Sindur. "Hanya keluarganya saja yang berkunjung ke Lapas," ucapnya.

Dari Pantauan “PR”, awak berbagai media massa sudah ramai di sekitar LP Gunung Sindur. Mereka bersiap untuk meliput rencana pembebasan ustad Abu Bakar Ba'asyir.

Sebagaimana diberitakan, Jumat 18 Januari 2019 pekan lalu pengacara senior Yusril Ihza Mahendra usai membezuk Ustad Abu Bakar Ba'asyir di LP Gunung Sindur menyatakan bahwa yang bersangkutan akan dibebaskan karena faktor kemanusiaan. Rencana pembebasan tersebut juga atas perintah Presiden Joko Widodo.

"Ustad Abu Bakar seorang ulama yang harus dihormati dan kebebasan beliau perintah dari Presiden Joko Widodo atas nama kemanusiaan karena kondisinya sudah uzur dan keadaannya sedang sakit yang memerlukan perhatian dari keluarga," kata Yusril.

Sementara itu, Abdul Rohim anak Abu Bakar Baasyir mengaku bersyukur atas dibebaskan ayahnya dari masa tahanan di Lapas Gunung Sindur. Ia mewakili atas nama keluarga mengucapkan terimakasih sehingga Allah SWT membalas kebaikan Presiden Joko Widodo.

Setelah bebas dari masa tahanan di lapas tersebut Abu Bakar Baasyir akan tinggal di Pondok Pesantren Al-Mu`min di Ngruki, Sukaharjo, Jawa Tegah.(Irwan Natsir)***

Bagikan: