Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 28.6 ° C

Fakta Hilangnya Uang Warga Garut dalam Tabungan

Tim Pikiran Rakyat
IIP Sumantri, menunjukan kartu ATM dan hasil print rekening koran. Uang Iip sebanyak Rp 19 juta yang disimpan di tabungan salah satu bank BUMN hilang misterius.*/AEP HENDY/KP
IIP Sumantri, menunjukan kartu ATM dan hasil print rekening koran. Uang Iip sebanyak Rp 19 juta yang disimpan di tabungan salah satu bank BUMN hilang misterius.*/AEP HENDY/KP

GARUT, (PR).- Iip Sumantri (54), warga Kampung Cinyawar RT 03 RW 01, Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, diduga menjadi korban skimming. Uang tabungan miliknya di bank dengan nilai Rp 19 juta raib misterius.

Selama ini, ia dan keluarganya mengaku tak pernah mengambil uang yang ditabungkan sejak 2017 lalu itu. Kekecewaan Iip menjadi-jadi, setelah pihak bank BUMN tempat ia menabung tidak memberikan penyelesaian pasti.

Uang remunerasi

Kepada “KP”, Iip menjelaskan bahwa uang tabungan yang raib itu merupakan uang remunerasi. Uang itu sengaja ditabungkan seluruhnya, dan tak pernah diambil dengan tujuan untuk keperluan kuliah anak dan umroh.

"Sejak 2017 hingga sekarang, seharusnya tabungan saya di BNI itu sudah mencapai Rp 38 juta. Namun ketika saya cek pada awal 2019, ternyata uangnya hanya tersisa Rp 19 juta dengan kata lain yang Rp 19 juta sudah raib," ujar Iip yang merupakan PNS Polri di Kantor Samsat Garut ini menerangkan.

Hilangnya setengah nilai tabungannya itu membuatnya terkejut, karena memang Iip tak pernah mengambil uang itu sepeser pun. Iip juga mengaku jika ia rutin menabungkan uangnya rata-rata Rp 1,4 juta per bulan di tabungan tersebut.

Diambil berkali-kali di ATM

Ia pun lalu mendatangi bank tempatnya menabung di Jalan Ahmad Yani, Garut, untuk mempertanyakan hal itu. Kepada petugas bank, dia meminta agar rekening koran atas tabungannya dicetak. Ternyata, hasil print rekening koran menunjukan, bahwa uang tabungannya telah beberapa kali diambil seseorang melalui ATM.

ILUSTRASI pencurian uang di ATM.*/DOK. PR

Lagi-lagi Iip menegaskan bahwa ia dan keluarganya tak pernah mengambil uang, karena kartu ATM atas tabungan tersebut disimpan di tempat yang dirahasiakan. Terlebih, tempat penyimpanan kartu ATM-nya dalam keadaan selalu terkunci.

Untuk memastikan siapa yang telah menggasak tabungannya, Iip meminta pihak bank memperlihatkan rekaman CCTV. Setelah melalui beberapa proses dan waktu, akhirnya pihak bank menyetujui serta memperlihatkan rekaman CCTV.

Rekaman CCTV

Namun sayang, dari rekaman CCTV tersebut Iip tidak bisa melihat secara jelas wajah orang yang telah mengambil uang tabungannya tersebut. Hal ini dikarenakan rekaman CCTV yang diperlihatkan pihak bank saat itu posisinya terlalu tinggi dan lokasinya dari arah samping.

"Saya kemudian meminta agar pihak bank menunjukan rekaman CCTV yang lainnya yang poisinya dari arah depan. Pihak bank menyatakan ada akan tetapi hingga saat ini rekaman tersebut tak pernah diperlihatkan,” katanya.

Dilaporkan ke polisi

Merasa ada kejanggalan dalam kasus tersebut, Iip pun kemudian memutuskan untuk melaporkan hal itu ke pihak kepolisian, Selasa 22 Januari 2019. Dia berharap pembobol tabungannya di ATM itu dapat terungkap dan ditangkap.

Iip pun menyayangkan pertanggungjawaban pihak bank yang dinilainya tidak jelas. "Padahal saya nabung di BNI karena saya percaya uang saya akan aman akan tetapi pada kenyataannya malah seperti ini. Saya tentu saja sangat kecewa dan sedih dengan kejadian ini," ucap Iip. 

Pelaku berjenis kelamin laki-laki

Terkait kasus yang menimpa Iip Sumantri, pihak Kantor Cabang BNI Garut membenarkannya. Pihak bank menjelaskan bahwa nasabah atas nama Iip memang datang dan mempertanyakan hal itu. Hal ini kemudian ditindaklanjutinya dengan cara mengumpulkan data.

"Hasil data sementara, pengambilan uang dilakukan di ATM dengan menggunakan kartu ATM yang sama. Kami sudah melihat CCTV, ternyata yang mengambil berjenis kelamin laki-laki," kata Lina, Pimpinan Bidang Pelayanan Nasabah BNI cabang Garut.

Ia juga menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengumpulan data. Hasil rekaman CCTV yang sudah dilihat ternyata tidak begitu jelas menampilkan wajah laki-laki yang mengambil uang melalui ATM tersebut.

"Kami menyesalkan kenapa kartu ATM tidak dipegang oleh nasabah. Padahal ATM sudah menjadi tanggung jawab nasabah," ujarnya.(Aep Hendy S)***

 

Bagikan: