Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Tabloid Berisi Kampanye Masuk Masjid hingga Sekolah Majalengka

Tati Purnawati
KETUA Bawaslu Kabupaten Majalengka Agus Asri Sabana menunjukan tabloid berisi kampanye salahs atu apsangan calon presiden dan sebagian atrikelnya disuga panwas menyusutkan salahs atu apsangan calon lain yang menyebar di sejumlah sekolah, mesjid dan pesantren di Kabupaten Majalengka. Kini panwas berhasil menarik 38 eksemplar tablod yang tersebar di 9 kecamatan.
Panwas kecamatan Jatiwangi memperlihatkan sebuah tabloid yang diambilnya dari mesjid sekolah di Kecamatan Jatiwangi, Selasa (22/1/2019).*/TATI PURNAWATI/KC
KETUA Bawaslu Kabupaten Majalengka Agus Asri Sabana menunjukan tabloid berisi kampanye salahs atu apsangan calon presiden dan sebagian atrikelnya disuga panwas menyusutkan salahs atu apsangan calon lain yang menyebar di sejumlah sekolah, mesjid dan pesantren di Kabupaten Majalengka. Kini panwas berhasil menarik 38 eksemplar tablod yang tersebar di 9 kecamatan. Panwas kecamatan Jatiwangi memperlihatkan sebuah tabloid yang diambilnya dari mesjid sekolah di Kecamatan Jatiwangi, Selasa (22/1/2019).*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA,(PR).- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majalengka mengamankan 38 eksemplar tabloid dari sejumlah masjid, pesantren dan sekolah. Ke-38 eksemplar tabloid itu diduga memuat kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam beberapa berita, serta propaganda menjatuhkan pasangan calon lainnya.

Belum diketahui secara pasti siapa pengirim puluhan tabloid tersebut. Bawaslu kini tengah mempelajari isi tabloid tersebut, serta melakukan konsultasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, apakah penyebaran tabloid ini masuk pada pelanggaran kampanye atau bukan.

Tabloid tersebut diantaranya diterima DKM mesjid  At Taqwa, SMK Kesehatan Bhakti Kencana di Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Menurut keterangan Ketua DKM Mesjid Ataqwa, Ade, tabloid tersebut diterima Jumat 18 Januari 2019 siang, yang diantar oleh PT Pos.

Paket tabloid ini tidak disebutkan alamat pengirimnya. Setelah itu Ade langsung menyerahkannya kepada pihak sekolah karena tidak mengetahui isinya.

Wakil Kepala SMK Iman Julisman mengungkapkan, pihaknya mengaku kaget dengan adanya kiriman tabloid yang ditujukan untuk pengurus masjid di sekolahnya. Pasalnya, setelah dibaca isi dari tabloid tersebut kebanyakan kampanye pemilu presiden, sehingga dirinya langsung melaporkan ke pengawas pemilihan umum.

“Kami mengetahui tabloid tersebut berisi kampanye dan yang kagetnya diperuntukan bagi DKM, sementara mesjid tidak diperbolehkan untuk tempat kampanye pemilu demikian juga dengan sekolah, makanya saya langsung melaporkan hal tersebut ke Panwas Jatiwangi,” kata Iman.

Ketua Panwaslu Kecamatan Jatiwangi, Sonny Pratama Wijaya, mengungkapkan, begitu mendapat laporan pihaknya segera melakukan penyelidikan ke sejumlah mesjid lainnya. Hal itu ia lakukan untuk mengetahui apakah kejadian serupa juga terjadi di tempat lain.

“Hasil pengawasan, kami menemukan 12 eksemplar tabloid serupa, modusnya sama dikirim lewat PT Pos ke mushola dan mesjid serta sekolah, barang bukti ada di kami untuk disampaikan ke Bawaslu Kabupaten dan dipelajari apakah isinya masuk kategori pelanggaran atau tidak,” kata Sonny.

Dia menilai pelanggaran yang dilakukan pada tabloid tersebut adalah larangan penggunaan tempat ibadah dan tempat pendidikan diatur dalam pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Tentang Pemilihan Umum. Bunyi pasal tersebut adalah pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Tersebar di Sembilan kecamatan

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka Agus Asri Sabana, mengatakan pihaknya kini telah mengumpulkan 38 tabloid tersebut yang diperoleh dari sejumlah mesjid, pondok pesantren dan sekolah yang tersebar di sembilan kecamatan. Kesembilan kecamatan yang sudah terpantau menerima tersebut adalah Kecamatan Jatiwangi, Malausma, Banjaran, Jatitujuh, Sumberjaya, Kadipaten, Maja, Ligung dan Talaga.

“Kami sekarang masih terus melakukan pengawasan kesejumlah tempat ibadah dan sekolah  kemungkinan masih ada yang menerima atau menyimpanya untuk diinventarisasi,” ujar Agus.

Atas kasus tersebut, pihaknya juga mengaku sudah melakukan konsultasi ke Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan perintah dari Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, pihaknya diminta terus melakukan inventarisasi, terkait menyebarnya salah satu tabloid yang diduga berisikan konten kampanye ke sejumlah pondok pesantren dan masjid yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka.

Hingga saat ini Bawaslu Kabupaten Majalengka masih belum bisa memastikankan apakah peredaran tabloid ini termasuk pelanggaran atau bukan, karena membutuhkan pendalaman dan kajian hukum yang  lebih mendalam.***

 

Bagikan: