Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.4 ° C

Indonesia Ekspor Bantalan Rel ke Filipina

Fani Ferdiansyah
ILUSTRASI bantalan beton rel kereta api.*/ANTARA
ILUSTRASI bantalan beton rel kereta api.*/ANTARA

MAJALENGKA, (PR).- PT Inka Multi Solusi Trading bekerja sama dengan PT Wika Beton serta PT Pindad, melakukan ekspor perdana bantalan rel kereta api ke Filipina dalam rangka sinergitas BUMN. Direktur Utama PT Inka Multi Solusi Trading (IMTS), I Gede Agus Prayatna di Mejalengka, Jawa Barat, Selasa 22 Januari 2019, mengatakan ekspor bantalan rel kereta tersebut merupakan yang pertama kali dan dikerjakan oleh tiga BUMN.

"Kami kirim bantalan rel kereta ke Manila, Filipina, untuk memasok kebutuhan prasarana di sana," kata Agus, saat melepas secara simbolis ekspor bantalan rel.

Ia mengatakan saat ini tiga BUMN itu mengekspor bantalan rel untuk pengerjaan trek sepanjang 300 meter. Ekspor perdana itu, kata dia, akan memicu proyek lainnya.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan sinergi antara BUMN dalam rangka mengangkat produk Indonesia di luar negeri, agar dapat bersaing dengan kompetitor. "Ekspor kali ini memang hanya untuk panjang trek 300 meter, namun ini merupakan pemicu dan kalau berhasil maka tentu akan mendapatkan yang lebih panjang lagi," tuturnya, seperti ditulis Kantor Berita Antara.

Sementara Direktur Pemasaran PT Wika Beton, Kuntjara, mengatakan pihaknya akan mendukung ekspor bantalan rel, dengan berupaya terus meningkatkan produk beton agar bisa diterima di luar negeri. "Kami akan bahu membahu dan mendukung dengan terus meningkatkan kualitas produk, agar bisa diterima," ujar Kuntjara.

Direktur Bisnis Produk Industrial Pindad, Heru Puryanto, mengatakan pihaknya baru pertama kali terlibat dalam ekspor bantalan rel yang merupakan karya anak bangsa itu. "Ini pertama kali kita melakukan ekspor. Dan ini merupakan kolaborasi BUMN, 'KA Clip' murni hasil dari kerja anak bangsa," ucap Heru.

Pembiayaan ekspor

Sebelumnya, pemerintah mendorong berkembangnya industri strategis melalui skema pembiayaan National Interest Account (NIA), atau penugasan khusus ekspor oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Exim Bank. Tindak lanjut atas mandat ini, Menteri Keuangan RI menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.513/KMK.08/2018 (perubahan atas KMK No.374/KMK.08/2017), tentang Penugasan Khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk Menyediakan Pembiayaan Ekspor Kereta Penumpang dan Gerbong Barang Kereta Api.

Melalui KMK ini, LPEI ditugaskan kembali oleh pemerintah untuk memberikan fasilitas pembiayaan ekspor, kepada badan usaha yang memiliki kemampuan dan kapasitas memproduksi kereta penumpang dan gerbong barang kereta api untuk di ekspor ke Bangladesh dan Sri Lanka.

"Pembiayaan ekspor ini termasuk dalam bentuk buyer s credit, penjaminan dan atau asuransi," kata Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly.

NIA merupakan program pemerintah berbentuk penugasan kepada LPEI sebagai salah satu strategi untuk memasarkan produk industri strategis nasional ke negara prospektif. LPEI sendiri kembali memberikan pembiayaan menggunakan skema NIA kepada PT INKA (Persero) / INKA sebagai bentuk sinergi dengan salah satu BUMN strategis guna mendorong ekspor Indonesia.

Pembiayaan modal kerja ekspor ini digunakan untuk pembiayaan proyek 50 Kereta Penumpang tipe BG (Broad Gauge), dan 200 Kereta Penumpang tipe MG (Meter Gauge) yang dipesan oleh Bangladesh Railway ke negara Bangladesh. Dalam rangka melaksanakan mandat penugasan khusus ekspor tersebut, LPEI telah memberikan pembiayaan modal kerja ekspor kepada PT INKA (Persero) sebesar Rp 775,6 miliar, untuk pembiayaan 50 BG Kereta Penumpang dan 200 MG Kereta Penumpang yang dipesan oleh Bangladesh Railway.

Pengiriman tahap pertama sebanyak 15 kereta penumpang tipe BG ke Bangladesh ini merupakan progress nyata atas penggunaan modal kerja ekspor untuk mendukung INKA melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional khususnya pasar prospektif. Selanjutnya akan dilakukan pengiriman atau shipment secara bertahap, sehingga terpenuhinya pesanan Bangladesh Railways pada 2020.***

Bagikan: