Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.4 ° C

Gara-gara Tugas, Abah Jadi Penakluk Ular

Hilmi Abdul Halim
PERSONEL Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Muhammad Rizal mempraktekkan cara menangkap ular di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana setempat, Senin (21/1/2019). Kemampuannya diperoleh secara autodidak saat menangani laporan penemuan ular dari masyarakat.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
PERSONEL Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Muhammad Rizal mempraktekkan cara menangkap ular di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana setempat, Senin (21/1/2019). Kemampuannya diperoleh secara autodidak saat menangani laporan penemuan ular dari masyarakat.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

TAK semua orang bisa menangkap ular menggunakan tangan kosong. Kemampuan itu terkadang didapat secara tidak sengaja saat seseorang terdesak untuk menangkapnya agar ular tidak mengancam keselamatannya dan orang lain.

Kondisi tersebut dialami salah seorang personel Pemadam Kebakaran di Kabupaten Purwakarta Muhammad Rizal. Awalnya, ia pun mengaku takut dengan hewan jenis reptil tersebut, sampai suatu ketika ia ditugaskan untuk menangkap ular jenis king kobra berukuran besar.

"Pertama lihat sih ngeri juga tapi karena kita datang membantu masyarakat, ya mau tidak mau harus ditangkap," kata Rizal yang akrab disapa Abah, saat ditemui “PR” baru-baru ini.

Pengalaman pertamanya menangkap ular itu terjadi di Desa Nagrak Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta beberapa tahun lalu. Abah tak menyangka bisa menangkap ular sepanjang lebih dari tiga meter itu hanya menggunakan tangan kosong.

Ia hanya berdoa dalam hati saat matanya bertatapan satu sama lain dengan mata ular yang tajam dan siap menyerangnya. Di tengah proses penangkapan yang menegangkan itu, Abah kerap mencoba menenangkan diri dengan mengajak ngobrol ular di hadapannya.

"Saya ajak ngomong saja ularnya, kan mereka juga mahluk hidup. Memang berisiko tapi ini tugas dan kewajiban saya jadi petuga Damkar," katanya.

PERSONEL Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Muhammad Rizal mempraktekkan cara menangkap ular di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana setempat, Senin (21/1/2019). Kemampuannya diperoleh secara autodidak saat menangani laporan penemuan ular dari masyarakat.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Keberhasilannya saat itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Setelahnya, Abah mulai percaya diri dan berani menangani kasus penemuan ular yang dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta.

Hingga sekarang, Abah mengaku telah menangani puluhan laporan penemuan ular dan berhasil menangkap semua ular tersebut tanpa cedera. Kemampuan ini seakan menjadi bakat terpendam yang membuatnya dikenal sebagai penjinak ular saat ini.

"Kebanyakannya ular kobra, kadang ular sanca. Untuk menangkap hanya dengan keyakinan dan peralatan seadanya, yang jelas ular kan gak bisa pegang golok,” kata Abah berkelakar.

Aparatur Sipil Negara golongan II C tersebut memang tidak pernah menggunakan pakaian khusus untuk menangkap ular, karena DPKPB Kabupaten Purwakarta belum memilikinya.

Memberantas ular baginya bukan berarti membunuh makhluk tersebut. Karena itu setiap ular yang ia tangkap selanjutnya diserahkan pada komunitas pecinta reptil di Purwakarta.

"Kalau dilepas dihutan takutnya balik lagi atau dibunuh kalau ketemu masyarakat,” katanya.

Namun, ia menyadari pekerjaannya berisiko tinggi. Sehingga, pemerintah daerah diharapkan memberikan tunjangan yang sesuai. Abah berharap keahliannya menangkap ular dimasukkan sebagai tenaga teknis dalam sistem penilaian berbasis Tunjangan Kinerja Daerah.***

Bagikan: