Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Berawan, 20.7 ° C

Masuk Musim Tanam, Harga Beras di Indramayu Perlahan Naik

Gelar Gandarasa
Ilustrasi/ANTARA FOTO
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INDRAMAYU, (PR).- Harga beras di Kabupaten Indramayu perlahan merangkak naik. Kenaikkan dipicu oleh mulainya musim tanam para petani Indramayu. Kenaikkan diharapkan tidak memicu gejolak di pasar.

Pemilik kios beras di Kabupaten Indramayu Jana mengatakan, kenaikkan beras pada Januari ini sudah berlangsung beberapa kali. “Bulan Januari ini sudah naik dua kali,” katanya, Senin 21 Januari 2019. Dia menjelaskan, kenaikkan harga beras bervariasi tergantung kualitasnya.  Contohnya kualitas beras medium saat ini Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kilogramnya. Setiap kali naik rata-rata Rp 250. “Total kenaikkan ada sekitar Rp 500 untuk satu kilonya,” ujar dia.

Lain hal dengan beras kualitas premium yang naik mencapai Rp 12.000 per kilonya. Untuk beras kualitas tersebut sudah naik sejak akhir tahun 2018 kemarin. Pada waktu itu harga beras berkisar di harga Rp 11.500. Namun kata dia, harga-harga di atas berlaku hanya untuk harga eceran saja. Jika membeli karungan harga yang didapat bisa sedikit lebih murah.

Jana mengatkan, harga beras karungan lebih murah Rp 500 per kilonya dibandingkan eceran. Kendati murah, kebanyakan warga lebih memilih membeli eceran karena tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli beras. “Pembeli banyak yang beli kiloan. Mungkin mereka enggak butuh banyak,” ujarnya.

Kenaikkan harga beras dipicu oleh awal musim tanam petani Indramayu. Biasanya kata dia, memasuki musim tanam ketersediaan gabah petani semakin menipis. Hal itu memicu naiknya harga karena stok yang semakin minim. Biasanya harga akan kembali turun pada saat petani melaksanakan panen padi. “Kalau panen kan stok bertambah. Biasanya harga beras pada turun. Kalau untuk sekarang sulit untuk turunnya,” tutur Jana. Dia memperkirakan, kenaikkan perlahan terus terjadi hingga musim panen tiba.  

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan (KTNA) Kabupaten Indramayu Sutatang mengatakan, saat ini sejumlah lahan memang sudah memulai masa tanam. Hal itu dikarenakan ketersediaan air yang sudah mencukupi. “Air sudah cukup. Petani di sejumlah wilayah bahkan sudah menanam sejak bulan lalu,” kata dia. Sutatang menambahkan, saat ini stok gabah di tingkat petani memang sudah kian menipis. Petani sudah melepas stok gabah mereka karena membutuhkan dana segar. “Dijual untuk membiayai tanam di musim ini,” ujarnya.

Dewi salah seorang pemilik warung makan mengaku, kenaikkan harga tak membuatnya serta merta menaikkan harga dagangannya. Sebab ia takut makanannya tidak laku dijual. “Kalau untuk naikkan harga saya belum berani. Paling untuk porsi saja dikurangi sedikit-sedikit. Lumayan untuk menutupi biaya belanja,” ungkapnya. Dia pun berharap, harga beras bisa sedikit turun. Dengan begitu, ia tak perlu cemas memikirkan harga beras. “Semoga harganya bisa turun supaya untung tetap stabil,” ujarnya.***

Bagikan: