Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 27.5 ° C

Ma'ruf Amin Syukuri Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Minta Ulama Jaga NKRI

Yusuf Wijanarko
MA'RUF Amin/ANTARA
MA'RUF Amin/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bersyukur Presiden Joko Widodo memberikan izin pembebasan kepada Abu Bakar Ba'asyir dengan pertimbangan kemanusiaan.

"Saya bersyukur karena Ustaz Abu Bakar Ba'asyir Ba'asyir sudah tua. Beliau sudah uzur, seharusnya bisa dibebaskan," kata Ma'ruf Amin usai bertemu kiai dan ulama se-Bandung Raya di Pondok Pesantren Riyadhul Huda, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 20 Januari 2019.

Menurut Ma'ruf Amin, pada awal 2018, dia sudah mengusulkan agar Abu Bakar Ba'asyir dapat dibebaskan karena sudah tua. "Waktu itu usulan pembebasannya agar Presiden Jokowi memberikan grasi," katanya.

Akan tetapi, untuk dapat memberikan grasi, harus ada permintaan dari keluarga dan mengakui kesalahan. "Namun, keluarga tidak mau meminta grasi sehingga sulit dibebaskan," katanya seperti diberitakan Antara.

Saat ini, kata dia, ada pertimbangan hukum untuk membebaskan Abu Bakar Ba'asyir yakni kemanusiaan. Abu Bakar Ba'asyir, kata dia, sudah beruusia lanjut, 81 tahun, dan sudah sakit-sakitan.

Abubakar Ba'asyir juga sudah menjalani masa hukuman penjara lebih dari 9 tahun. Sudah lebih dari separuh masa hukuman penjara yang diberikan majelis hakim, 15 tahun penjara.

Jaga NKRI

KH Ma'ruf Amin mengajak para kiai dan ulama untuk menjaga persatuan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai tantangan dan ancaman.

"Indonesia sudah sering menghadapi tantangan dan upaya-upaya untuk mengganti ideologi Pancasila yang telah terbukti mempersatukan Indonesia dalam NKRI," kata Ma'ruf Amin dalam sambutannya di hadapan para kiai dan ulama se-Bandung Raya di Pondok Pesantren Riyadhul Huda.

Tampak hadir pada pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzilly, Ketua MUI Kabupaten Bandung Barat KH Muhammad Ridwan, dan Wali Kota Cirebon, serta para pimpinan pondok pesantren se-Bandung Raya.

Menurut Ma'ruf Amin, saat ini sudah terjadi perang ideologi. Padahal, para pendiri bangsa sudah sepakat ideologi negara Indonesia adalah Pancasila.

"Ini sudah menjadi kesepakatan seluruh pendiri bangsa sehingga jika ada yang ingin mengubah ideologi tapi tidak sesuai kesepakatan, maka akan tertolak," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin, mengingatkan para kiai dan ulama agar terus menjadi NKRI sesuai dengan kesepakatan para pendiri bangsa.

KH Muhammad Ridwan, dalam sambutannya mengatakan, kiai dan ulama se-Bandung Raya merasa terhormat mendapat kunjungan dari Ma'ruf Amin. Dia berharap, Ma'ruf Amin bisa memajukan Kabupaten Bandung Barat jika terpilih menjadi wakil presiden.***

Bagikan: