Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 31 ° C

Korban Banjir Sungai Cimanuk Bertahan di Pengungsian

Siska Nirmala
PERMUKIMAN padat penduduk yang bersebelahan dengan Sungai Cimanuk rata disapu banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Rabu 21 September 2016 silam.*/DOK PR
PERMUKIMAN padat penduduk yang bersebelahan dengan Sungai Cimanuk rata disapu banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Rabu 21 September 2016 silam.*/DOK PR

GARUT, (PR).- Sejumlah warga terdampak banjir luapan Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu, 20 Januari 2019, masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka menghindari ancaman bahaya bencana yang lebih besar, mengingat daerah sekitar masih terus dilanda hujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria mengatakan, warga yang masih bertahan di pengungsian sejak banjir, Sabtu, 19 Januari 2019, merupakan satu keluarga di Desa Haurpanggung.

"Tinggal satu KK (kepala keluarga) empat jiwa, mengungsi di kantor Desa Haurpanggung," kata Dadi, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Ia menuturkan, hujan besar mengguyur wilayah Garut pada Sabtu, 19 Januari 2019, menyebabkan banjir dipermukiman rumah penduduk Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

Warga yang rumahnya terdampak banjir, kata Dadi, sempat mengungsi ke dataran tinggi atau daerah yang aman dari bencana banjir, kemudian kembali lagi ke rumahnya masing-masing setelah kondisi banjir terlihat aman.

"Semula mereka dievakuasi ke tempat yang aman, sampai dengan dibuatkannya laporan sementara ini warga terdampak banjir tersebut sudah kembali ke rumahnya masing-masing, yang tinggal hanya satu keluarga," katanya.

Ia menyampaikan, bencana banjir tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menyebabkan kerugian materi yang saat ini masih dalam pendataan petugas di lapangan.

"Kerugian materiil sedang dalam pendataan," katanya.

Pemerintah daerah, kata Dadi, sudah menyalurkan bantuan logistik seperti beras dan mi instan untuk para korban terdampak banjir dan masyarakat yang bergotong royong membantu korban banjir di Desa Haurpanggung.

"Bantuan darurat berupa beras 3 kuintal dan mi instan 20 dus untuk kegiatan gotong royong masyarakat," katanya.***

Bagikan: