Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28.6 ° C

Hadang Kendaraan Hotel, Warga "Berebut" Jatah Penumpang di Stasiun Banjar

Agus Kusnadi
SUASANA keramaian para penumpang di loket kereta api Stasiun Banjar.*/AGUS KUSNADI/KP
SUASANA keramaian para penumpang di loket kereta api Stasiun Banjar.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN, (PR).- Ramainya Stasiun Banjar setelah diaktifkannya Kereta Api (KA) Pangandaran rute Gambir – Bandung – Banjar, diduga menimbulkan friksi sosial di masyarakat setempat. Hal ini terungkap setelah salah seorang sopir dari salah satu hotel di Pangandaran mengaku dihadang orang tak dikenal di Stasiun Banjar.

Ia dihadang ketika hendak menjemput rombongan wisatawan di Stasiun Banjar, untuk berlibur di Pantai Pangandaran. Kronologi penghadangan tersebut ditulisnya dalam unggahan media sosial facebook.

Ia mengungkapkan, pelaku penghadangan melarang sopir hotel melakukan penjemputan, karena tamu yang turun di Stasiun Banjar adalah jatah untuk jasa angkutan umum yang ada di Stasiun Banjar.

Peristiwa tersebut membuat pihak pengelola hotel menghentikan sementara penjemputan wisatawan di Stasiun Banjar.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin mengatakan, penghadangan itu jelas sebagai kendala bagi aspek pariwisata Pangandaran. 

"Sapta pesona kan menciptakan situasi kondusif dimulai saat wisatawan berangkat dari rumah," ujarnya saat dihubungi, Minggu, 20 Januari 2019. Dia menuturkan, semua pihak harus menjaga kenyamanan untuk wisatawan, dan kenyamanan untuk pelaku usaha dan pihak hotel. 

Terkait bus khusus untuk menjemput wisatawan, Undang mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Sebelumnya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya saat ini memiliki satu bus wisata bantuan dari Pemprov Jawa Barat. Jumlah tersebut, kata dia belum cukup mengingat banyaknya jumlah wisatawan ke Pangandaran.

"Mungkin saja Pak Gubernur (Ridwan Kamil) kasih dua atau tiga bus wisata lagi. Sambil menunggu pihak swasta masuk," katanya.***

Bagikan: