Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 27.5 ° C

Sehari Setelah Debat Perdana Pilpres 2019, Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Garut

Yusuf Wijanarko
LOKOMOTIF uap CC10 07 melintas di jalur Garut.*/DOK. PR
LOKOMOTIF uap CC10 07 melintas di jalur Garut.*/DOK. PR

GARUT, (PR).- Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meninjau langsung program reaktivasi jalur kereta api Stasiun Cibatu-Garut di Kecamatan Cibatu, Garut, Jumat 18 Januari 2019.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, Kamis 17 Januari 2019 membenarkan agenda kunjungan Jokowi bersama rombongan kepresidenan dan sejumlah menteri menggunakan transportasi kereta api dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Cibatu, Garut.

"Beliau berangkat dari Stasiun Bandung sekira pukul 9.10 WIB," kata Joni.

Kunjungan Jokowi, kata dia, bukan untuk peresmian rel kereta api tetapi hanya meninjau langsung program reaktivasi jalur Stasiun Garut-Cibatu yang sudah puluhan tahun tidak aktif.

"Bukan peresmian, tapi meninjau perkembangan jalur Cibatu-Garut," katanya.

Antara melaporkan, sejumlah petugas di Stasiun Cibatu sudah tampak melakukan persiapan dengan membersihkan lingkungan sekitar. Bahkan sejumlah aparat kepolisian dan TNI sudah terlihat meninjau langsung kondisi Stasiun Cibatu.

Sementara itu, rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Garut-Cibatu sudah terlihat terpasang beberapa meter di sekitar Stasiun Cibatu. Bahkan, sebagian rumah penduduk yang terdampak pengaktifan rel sudah dibongkar.

Seorang warga Kampung Cibodas, Kecamatan Cibatu, Dede Nurhayati (38) mengatakan, rumah yang berdiri di lahan PTKAI sejak 15 tahun lalu itu sudah dibongkar sejak Desember 2018 dan warga sudah mendapatkan uang bongkar sebesar Rp 43 juta.

Sementara itu, kata dia, warga tinggal di rumah sanak saudara sampai akhirnya mendapatkan rumah baru dengan modal dana pemberian dari PT KAI tersebut dan memanfaatkan material bangunan yang masih bisa dipakai.

Dede mengaku tidak keberatan dengan adanya pengaktifan kembali kereta api karena lahan yang ditempatinya merupakan milik PT KAI sehingga harus dapat menerima ketika PT KAI akan menggunakannya kembali.

"Saya sadar soalnya rumah dibangun di tanah PT KAI. Jadi, saya terima," katanya.***

Bagikan: