Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Pria Tua di Sukabumi Mengaku Tuhan dan Berusia 1.000 Tahun

Yusuf Wijanarko
MENGAKU tuhan.*/CANVA
MENGAKU tuhan.*/CANVA

SUKABUMI, (PR).- Polres Sukabumi Kota menangkap seorang pria lanjut usia karena mengaku sebagai Tuhan yang aksinya terekam video dan sempat menjadi viral.

"Namanya tidak jelas tapi mengaku sebagai Abud dan usianya lebih dari seribu tahun," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, Kamis 17 Januari 2019.

Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa dan langsung dibawa ke dokter kejiwaan RSUD R Syamsudin SH untuk diperiksa.

Antara melaporkan, penangkapan berawal dari ulahnya yang direkam oleh pelajar yang kemudian menjadi viral di jagat maya.

Aksi itu dilakukan pria tersebut di Masjid Agung Kota Sukabumi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi aksinya tersebut menyinggung salah satu umat beragama, maka kepolisian langsung mengembangkannya dan melakukan menangkapan pada Rabu 1 Januari 2019.

Matahari akan runtuh

Saat diperiksa penyidik, nama orang tua itupun selalu berubah-ubah. Usia dan alamatnya tidak diketahui. Ada yang menyebutkan dari Palabuhanratu namun pindah ke Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Bahkan, saat hendak dimasukkan ke mobil ambulans Polres Sukabumi Kota, Abud sempat memberontak karena takut disuntik.

Ia sempat berteriak, jika tetap akan dibawa ke rumah sakit, matahari akan runtuh. Untuk memasukan pria itu ke dalam mobil membutuhkan lima anggota polisi, bahkan Kapolres Sukabumi Kota ikut kewalahan menenangkan pria yang mengaku Tuhan itu.

"Setelah video pria tersebut viral, kami langsung bergerak meminta keterangan saksi yang mengetahui kejadian saat peristiwa tersebut terjadi dan pukul 23.00 pria itu ditangkap di Jalan Harun Kabir dan langsung diperiksa," ujar Susatyo Purnomo Condro.

Dia mengatakan, karena tidak sehat secara rohani, kepolisian berkoordinasi dengan dokter dan ahli kejiwaan untuk dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH.

Kepolisian akan menunggu hasil pemeriksaan dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Sosial serta rumah sakit untuk mengungkap sosok misterius itu.

"Kami masih menelursuri pihak keluarganya, tapi kesulitan karena pertanyaan yang kami berikan selalu tidak nyambung," katanya.***

Bagikan: