Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.4 ° C

Anak Kuwu di Indramayu Curi Dana Desa Rp 409 Juta untuk Renovasi Rumah dan Beli Tanah

Gelar Gandarasa
KAPOLRES Indramayu AKBP Yoris M Marzuki (ketiga kanan) menunjukkan barang bukti pencurian dana desa Cikedung di Mapolres Indramayu, Kamis 17 Januari 2019 petang. Oleh pelaku, uang curian itu dipakai untuk beragam kebutuhan termasuk foya-foya dan membeli narkoba.* GELAR GANDARASA/PR
KAPOLRES Indramayu AKBP Yoris M Marzuki (ketiga kanan) menunjukkan barang bukti pencurian dana desa Cikedung di Mapolres Indramayu, Kamis 17 Januari 2019 petang. Oleh pelaku, uang curian itu dipakai untuk beragam kebutuhan termasuk foya-foya dan membeli narkoba.* GELAR GANDARASA/PR

JUMAT, 7 Desember 2018 lalu, tepat setelah salat Jumat, warga di Desa Cikedung dibuat geger. Betapa tidak, uang di lemari balai desa senilai Rp 409 juta raib digondol maling. Hilangnya uang mengagetkan warga. Sebab uang yang hilang merupakan dana desa yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan.

Bendahara Desa Cikedung Sutawijaya mengatakan, lemari tersebut terletak di ruangannya. Ada tiga perangkat desa yang bekerja di dalam ruangan itu termasuk dirinya dan dua rekan lain. Sontak kecurigaan tertuju pada ketiga perangkat desa yang bekerja di dalam ruangan. Betapa tidak, hanya orang dalamlah yang mengetahui keberadaan uang tersebut.

Sutawijaya pun lantas melapor ke polisi berkaitan dengan hilangnya uang dana desa ratusan juta rupiah itu. Hari demi hari warga pun merasa kesal karena pembangunan di desanya terhambat dengan hilangnya uang dana desa. Tak ayal rencana pembetonan jalan urung dilakukan. Beruntung kuwu Desa Cikedung bersedia menalangi uang dana desa yang hilang. Pembangunan pun bisa terlaksana kembali. “Diganti oleh pak kuwu dari hasil penjualan minimarketnya. Jadi pembetonan bisa jalan kembali,” katanya.

Selang beberapa minggu kemudian, tepatnya pada Rabu, 16 Januari 2019, kasus pencurian dana desa terkuak. Polisi menggerebek sebuah rumah di Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Indramayu. Seorang warga berinisial Ds (30) turut diamankan polisi. Ds diduga kuat telah mencuri dana desa yang hilang. Kapolres Indramayu AKBP Yoris M Marzuki mengatakan, berdasarkan penyelidikan, semua bukti mengarah kepada Ds.

Kecurigaan itu terbukti benar. Sebab di dalam rumah tersebut polisi berhasil menemukan barang bukti uang tunai sebesar Rp 190 juta. Uang tersebut dibungkus dalam sejumlah plastik dan disimpan di tempat tersembunyi di sudut rumah Ds. “Pelaku mengakui jika telah mencuri dana desa Cikedung. Pelaku mencongkel lemari untuk mengambil uang,” ujar Yoris di Mapolres Indramayu, Kamis 17 Januari 2019.

Ironisnya, kata Yoris, Ds tak lain merupakan anak kuwu Cikedung. Ds diberdayakan di Kantor Desa Cikedung dan menjabat sebagai kasi perencanaan. Ds bersama Sutawijaya bekerja di ruangan yang sama. “Yang bersangkutan merupakan pegawai di Desa Cikedung tempat di mana uang itu hilang,” ungkap Yoris. Saat diinterogasi Ds pun dengan rinci menceritakan ke mana saja uang dana desa curian itu mengalir.

Bagai mendapat durian runtuh, Ds langsung membeli emas, tanah, telefon genggam, bahkan merenovasi rumahnya sendiri. “Uang curian itu juga dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pelaku juga memakai uang untuk memeriksa kandungan istrinya,” tutur Yoris. Lebih parahnya lagi, Ds juga membelanjakan uang dana desa untuk membeli narkotika jenis sabu. Ds benar-benar menggunakan uang curiannya untuk berfoya-foya.

Sebelum sempat menghabiskan uang curian tersebut, ia keburu diciduk petugas. Berdasarkan pemeriksaan ia merupakan pelaku tunggal pencurian dana desa Cikedung. Dia pun kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum. Sebagai perangkat desa, Ds seharusnya mendukung kinerja sang ayah selaku kuwu Cikedung. Namun faktanya ia malah mencoreng wajah ayahnya dan keluarga demi tumpukan uang yang bukan haknya.***

Bagikan: