Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya cerah, 18.4 ° C

MUI Minta Dokter Periksa Kondisi Kejiwaan Nabi Palsu Sensen Komara di Garut

Yusuf Wijanarko
NABI palsu.*/CANVA
NABI palsu.*/CANVA

GARUT, (PR).- MUI (Majelis Ulama Indonesia) Garut meminta didatangkan dokter kejiwaan dari Mabes Polri untuk memeriksa langsung kondisi kejiwaan sosok yang diduga melakukan penista agama Sensen Komara.

MUI meminta pelibatan dokter kejiwaan karena menilai penyebaran paham Sensen Komara telah mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di Garut, bahkan Indonesia.

"Dimohon untuk mendatangkan dokter jiwa, Kapolres Garut sudah sepakat kasus Sensen Komara ini ditangani Mabes Polri," kata Ketua MUI Garut Sirojul Munir di Garut, Selasa 15 Januari 2019.

Ia menuturkan, MUI Garut sudah berupaya memantau pergerakan Sensen Komara yang diduga menyebarkan paham menyesatkan kepada masyarakat di Garut.

Bahkan, kata dia, MUI Garut sudah melaporkan masalah Sensen Komara tersebut kepada Polres Garut untuk diperiksa secara hukum karena keberadaannya telah meresahkan masyarakat.

"Sekarang kami mempercayakan kepada kepolisian untuk mengembangkan kasus Sensen Komara ini," katanya seperti diberitakan Antara.

Ia berharap, kepolisian dapat menindak langsung Sensen Komara sebagai orang yang utama dalam menyebarkan paham sesat.

Selama ini, kata dia, pihak dan kasus yang ditangani kepolisian kemudian divonis adalah para pengikutnya sedangkan Sensen Komara masih bebas dari jeratan hukum.

"Kami harap menyentuh langsung ke Sensen Komara. Kalau pengikutnya, tidak memberi efek jera," katanya.

Jika Sensen Komara mengalami gangguan jiwa, kata dia, pihak berwenang berkewajiban merehabilitasinya sampai kondisi kejiwaannya kembali sehat.

Sirojul Munir mengungkapkan, kasus Sensen Komara sudah meresahkan masyarakat. Sensen Komara mengaku bahwa dia adalah nabi, kemudian mengajarkan salat dengan kiblat ke arah timur dan adanya dugaan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelumnya, Sensen Komara pernah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Garut karena kasus makar hingga akhirnya dibebaskan karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Selanjutnya, Sensen Komara kembali meresahkan masyarakat dengan adanya temuan warga Garut yang salat mengarah ke timur lalu ada warga yang mengakui dia sebagai nabi.***

Bagikan: