Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Sepeda Lipat Kini Bisa Dibawa Naik Kereta

Bambang Arifianto
SEPEDA lipat.*/DOK. PR
SEPEDA lipat.*/DOK. PR

TASIKMALAYA, (PR).- Sebanyak 140  pesepeda dari Bandung mengikuti kegiatan Rail Bike with Galunggung Train di Kota Tasikmalaya, Sabtu 12 Januari 2019. Kegiatan yang diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia tersebut, bertujuan mengenalkan berbagai potensi wisata Tasikmalaya dan rencana reaktivasi sejumlah jalur kereta api lama di Jawa Barat.

Para pesepeda tiba di Stasiun Tasikmalaya sekitar pukul 09.27 dengan menggunakan KA Galunggung. Para pesepeda merupakan gabungan berbagai komunitas seperti Selb, Brompjon, Cepot Lipet Bandung, Brokokok, Hijabstorybike, Seliisme.

Kegiatan itu diikuti pula para pegawai KAI yang hobi bersepeda. ‎Peserta kemudian bersepeda dari Stasiun Tasikmalaya menuju Jembatan Cirahong di perbatasan Tasikmalaya-Ciamis.

Gowes berlanjut ke Taman Wisata Karang Resik untuk menikmati suasana matahari tenggelam. Pada malam harinya, pesepeda bakal menggelar pula sharing session atau diskusi untuk memberikan masukan kepada PT KAI terkait pelayanannya kepada masyarakat.

Peserta tak lupa berkeliling Kota Tasikmalaya lalu kemudian pulang kembali ke Bandung menggunakan kereta yang sama pada Minggu 13 Januari 2018.

"Kita ingin menghidupkan Tasikmalaya dengan semua potensi sehinga kita ingin lebih berperan di dalam pembangunan di Jabar," kata Direktur Keuangan KA Didiek Hartantyo.

Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan KA Galunggung dengan rute Stasiun Kiaracondong-Tasikmalaya,‎ yang baru diluncurkan kepada masyarakat. Tak hanya itu, kegiatan tersebut pun bertujuan menyosialisasikan aturan membawa sepeda di kereta.

Aturan itu menetapkan, bagasi yang dapat langsung dibawa ke dalam KA tanpa dikenakan bea tambahan di antaranya adalah sepeda lipat. Sepeda lipat boleh masuk kereta karena bisa dikemas dengan komponen-komponennya sebelum dirakit menjadi sepeda utuh.

Ke depan, lanjut Didiek, penggunaan kereta untuk membawa pesepeda lipat yang ingin berkeliling ke berbagai daerah bakal disosialisasikkan. "Sehingga komunitas sepeda ini kalau bersepeda di daerah bisa menggunakan kereta api dengan catatan pakai sepeda lipat," ucapnya.

Para peserta dapat mengenal pula rencana pengaktifan kembali jalur kereta lama, yakni Cibatu-Garut dan Banjar-Pangandaran. PT KAI meluncurkan KA Galunggung‎ pada 26 Desember 2018. KA yang memiliki kapasitas 636 tempat duduk ini memiliki jadwal keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pada pukul 06.05, dan tiba di Stasiun Tasikmalaya pukul 09.27, serta keberangkatan dari Stasiun Tasikmalaya pukul 10.35, dan tiba di Stasiun Kiaracondong pada pukul 14.11.

Selama masa promosi, masyarakat dapat menikmati perjalanan tanpa biaya dengan kereta tersebut hingga 25 Januari 2019. Mengenai tarif yang akan diberlakukan nanti, PT KAI masih melakukan kajian.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, memastikan harga tiket Galunggung tak bakal melampaui dan lebih rendah dari tarif batas atas dan bawah yang telah ditetapkan pemerintah. "Sedapat mungkin, semurah mungkin, semudah mungkin supaya masyarakat ini mulai bisa berkembang, bisa ke Bandung dengan mudah atau bisa kebalikannya ke Banjar ke Tasik nanti dengan mudah," kata Edi saat peluncuran KA Galunggung.***

 

 

Bagikan: