Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Umumnya berawan, 22.5 ° C

Ratusan PKL Dewi Sartika Segera Direlokasi 

Windiyati Retno Sumardiyani
PKL di Kota Bogor.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
PKL di Kota Bogor.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

BOGOR,(PR).- Ratusan pedagang kaki lima di kawasan Jalan Dewi Sartika dipastikan akan direlokasi dalam waktu dekat. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Annas S Rasmana mengatakan, setidaknya ada 340 PKL yang segera direlokasi.

“Kita sedang bahas teknisnya seperti apa pemindahannya. Kita ingin mengembalikan hak pejalan kaki di kawasan Dewi Sartika,” ujar Hanafi kepada “PR”, Sabtu 12 Januari 2018.

Menurut Annas, relokasi PKL Dewi Sartika memang terbilang sulit. Wacana relokasi sudah dicanangkan sejak 2018 lalu. Namun demikian, niatan Pemerintah Kota Bogor untuk membersihkan Jalan Dewi Sartika terganjal penolakan para PKL.

“Awalnya memang kita akan pindahkan ke Blok B1 dan B2 di Pasar Kebon Kembang, tetapi warga menolak karena harus membayar sewa. Sekarang PKL di Dewi Sartika rencananya akan kami relokasi ke Jalan Nyi Raja Permas, ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya sudah lakukan pematangan persiapan relokasi. “Kami sudah sediakan lapaknya juga di Nyi Raja Permas. Surat pemberitahuan ke pedagang kita sampaikan, sehingga tidak ada lagi kekeliruan yang terjadi di lapangan,” kata Annas.

Menurut Annas, nantinya para pedagang akan menempati lapak seluas 2x1,5 meter.  Sistem pembagiannnya menggunakan undian. 

Pemerintah Kota Bogor juga akan menyatukan komoditas yang sama dalam satu lapak, sehingga PKL eks Dewi Sartika lebih tertata.

“Komoditas yang dijual PKL kan cenderung homogen, kami upayakan supaya nanti dalam satu lapak jualannya seragam. Nantinya, pedagang akan menempati lapak relokasi dua atau tiga tahun, selanjutnya kita upayakan agar bisa direlokasi ke Taman Topi secara permanen,” kata Annas.

Sulit menata PKL

Menurut Annas, Kota Bogor masih kesulitan menata pedagang kaki lima yang menguasai badan jalan dan trotoar. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor mencatat setidaknya ada sekitar 4000 PKL yang tersebar di Kota Bogor.   

PKL terbanyak terpusat di sekitar Pasar Anyar, dan Pasar Bogor. “Terus terang kami enggak punya lokasi relokasi yang ideal, cari tempat relokasi di Kota Bogor tidaklah gampang. Namun kami tetap berupaya untuk menata secara perlahan,” ucap Annas.

Menurut Annas, saat ini beberapa titik PKL di Kota Bogor sudah dibenahi. Salah satunya PKL pasar basah sayuran dari Pasar Bogor ke Sukasari.

Annas mengaku, proses relokasi tidak berjalan mulus. Pedagang masih mengeluhkan sepinya pengunjung, hingga belum lengkapnya sarana dan prasarana pendukung di lokasi relokasi.

“Ini juga belum semua pedagang terelokasi. Masih kita bangun secara bertahap. Sesuai rencana, 2019 nanti PKL Pasar Bogor akan dipindah ke Sukasari.  Saat ini untuk sementara pedagangnya kita gratiskan,” ucap Annas.

Terkait keberadaan Plaza Bogor,  Annas mengatakan, saat ini Pemkot Bogor sedang melakukan revitalisasi bangunan. Sementara lantai 1 bangunan digunakan untuk PKL kuliner yang semula berjualan di pendestrian Surya Kencana.

“Perkembangan untuk pasar kuliner ini memang belum begitu menggembirakan. Pengunjungnya masih sepi. Sampai sekarang kami belum menemukan alat publikasi yang baik untuk mempromosikan PKL kuliner, untuk sementara kita pasang spanduk, ke depan akan kami pasangi neon box,” ujar Annas.

Menurut Annas, ada sekitar 122 pedagang kuliner yang saat ini masih berjualan di lantai 1 bangunan Plaza Bogor. Sisanya masih berjualan di badan jalan depan pertokoan Surya Kencana.

Annas pun mengimbau kepada pemilik toko untuk melarang PKL berjualan di kawasan tersebut. “Sehingga pembeli bisa datang ke Plaza Bogor,” ucap Annas.

Enggan direlokasi

Sementara itu, dari pantauan “PR”, ratusan PKL masih terpantau berjualan di kawasan Jalan Dewi Sartika. Para pedagang mengaku mendapatkan informasi akan direlokasi ke mana. Bahkan, beberapa PKL menuturkan telah diminta untuk mengumpulkan KTP.

Enggak tahu mau dipindah ke mana, kemarin memang mau dipindah ke blok, tetapi kita menolak. Di sana sepi, enggak ada pembeli,” ucap Uni (60), pedagang baju PKL Dewi Sartika.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, Didi Zaenal (50). Menurut Didi, PKL keberatan jika harus dipindah ke Nyi Radja Permas karena lokasi tersebut juga sama-sama memakan badan jalan.

“Ya kalau sama-sama di jalan sama saja, yang penting sebenarnya ditata saja biar rapi. Sekarang lihat saja rapi kan,” kata Didi.***

 

Bagikan: