Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Bencana Longsor Cisolok, Bukti Minimnya Edukasi Pengelolaan Lahan Pertanian

Ahmad Rayadie
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jendral TNI,  Doni Monardo saatengunjhngi.lokasi bencana Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 12 Januari 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jendral TNI, Doni Monardo saatengunjhngi.lokasi bencana Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 12 Januari 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Kedusunan Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok menjadi perhatian serius Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jendral TNI, Doni Monardo.

Bencana ambruknya dinding Gunung Surandil itu tidak hanya menyebabkan tiga puluh tiga jiwa meninggal dan seorang warga masih belum ditemukan. Doni menilai, bencana alam di Cimapag merupakan dampak minimnya pemahaman masyarakat mengelola lahan pertanian.

Hal tersebut diungkapkan Doni Monardo didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri saat mengunjungi lokasi bencana di Cimapag

"Masyarakat tidak hanya harus terus menerus diingatkan agar tidak menanam sayuran di daerah yang miring. Tapi harus diberikan pengetahuan mengenai tanaman yang beresiko menimbulkan bencana," katanya.

Doni Monardo mengatakan BNPB akan melibatkan semua komponen masyarakat, para pakar dan tokoh-tokoh agama untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan menanam tanaman yang mengundang resiko. Terutama didaerah potensi merah bencana alam.

"Masyarakat  harus senantiasa diberikan pengetahuan selalu peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Dan perlu diingatkan agar menjaga lingkungan. Termasuk jangan menebang pohon sembarangan," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri mengatakan pemerintah daerah akan terus membantu secara maksimal masyarakat yang tertimpa bencana. Termasuk akan segera  menyediakan lahan relokasi pemukiman warga.

Apalagi lokasi bencana, kata Iyos Somantri, kini tidak diperkenankan untuk kembali dibangun warga, karena potensi bencana susulan sangat rentan kembali terjadi.

"Kami akan menyediakan lahan untuk relokasi. Apalagi  bantuan untuk pembangunannya,  nanti dari BNPB dan Kementrian sosial," katanya.

Adapun untuk daerah relokasi bagi korban bencana Cimapag, kata Iyos Somantri, sedang dilakukan pemetaan lahan yang cukup aman. Termasuk perlu clear and clean terbebas dari zona merah. 

"Lokasi baru yang akan ditempati korban bencana harus benar benar aman dari bencana," katanya

Iyos Somantri mengingatkan agar masyarakat terus waspada terhadap kondisi cuaca yang berpotensi terhadap berbagai bencana seperti sekarang ini. Apalagi intensitas hujan yang semakin meningkat dan disertai hujan deras, bisa memicu resiko bencana alam.

"Masyarakat harus terus waspada, kareba bencana bisa datang secara tiba-tiba," katanya.***

Bagikan: