Pikiran Rakyat
USD Jual 14.403,00 Beli 14.103,00 | Umumnya berawan, 22.5 ° C

Polisi Belum Bersuara Soal Perkembangan Kasus Noven Siswi SMK Bogor yang Ditusuk

Windiyati Retno Sumardiyani
SAHABAT dari korban penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya sedang menangis melihat jenazah korban. Di RS Borromeus Kota Bandung pada Kamis 9 Januari 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
SAHABAT dari korban penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya sedang menangis melihat jenazah korban. Di RS Borromeus Kota Bandung pada Kamis 9 Januari 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BOGOR,(PR).- Kepolisian Resor Kota Bogor masih belum mau berbicara banyak terkait perkembangan kasus pembunuhan siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven Cahya (19).  Kepala Polresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser bahkan terkesan menghindari pewarta saat dijumpai seusai menyaksikan konferensi video penandatanganan MOU antara Polri dan Kemensos RI tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum dalam Penyaluran Bantuan Sosial di Aula Coffe Morning Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat Kota Bogor, Jumat 11 Januari 2019.

Hendri yang terlihat mengantarkan Wali Kota Bogor Bima Arya  ke depan pintu aula langsung kembali memasuki ruangan saat melihat kerumunan awak media.  Wali Kota Bogor Bima Arya meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk fokus menangani kasus tersebut. 

“Kapolresta Bogor sempat cerita kepada saya, beliau cerita 24 jam tidak tidur. Makanya mungkin belum bisa menyampaikan perkembangan kasusnya ke publik. Beliau memastikan penyelidikan terus jalan, saat ini polisi melakukan penyelidikan dengan pendekatan scientific identification, ditelusur melalui kecanggihan teknologi, tidak hanya sebatas polisi di Bogor yang bergerak tetapi di Indonesia,” ucap Bima.

Terkait informasi yang beredar luas di masyarakat terkait spekulasi siapa pelaku pembunuhan,  Bima berharap masyarakat untuk menjunjung azas praduga tidak bersalah. Bima pun optimistis kasus tersebut bisa segera terungkap.

“Kita bersabar saja, masyarakat juga harus bisa menerima informasi. Memang polisi perlu kerja keras dalam menganalisis pria yang ada di CCTV, jika memang dalam penyelidikan itu pria yang diamankan alibinya kuat, kita tidak boleh banyak berspekulasi,” ujar Bima.

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, Polresta Bogor telah mengamankan S, pria yang sebelumnya dicurigai sebagai pembunuh Noven. Namun demikian, Polresta Bogor menyebutkan jika S masih berstatus saksi, dan dipastikan bukan pelaku pembunuh Noven.

“S sudah diamankan. Kami sedang lakukan pendalaman, tetapi kemungkinan bukan pelakunya. Noven kami amankan di Bandung oleh tim gabungan, dari beberapa alibi yang ada,kemungkinan bukan dia pelakunya,” ujar Hendri.

S dicurigai sebagai pembunuh Noven

Hendri menyebutkan, polisi sebelumnya memang sempat mencurigai bahwa S merupakan pelaku pembunuh Noven. Hal tersebut didasarkan informasi dan foto yang beredar luas di media sosial mengenai hubungan S dan Noven. Namun demikian setelah dilakukan pendalaman, Polresta Bogor memastikan bahwa S bukanlah pembunuh Noven.

“Memang awalnya kita duga itu pelaku. Berdasarkan alibi dia, bukti forensik dia, S ini dipastikan tidak di TKP, kami juga selidiki bukti digital juga. Selain itu, fisik S juga berbeda dengan pria yang terekam CCTV,” kata Hendri.

Dalam mengungkap kasus tersebut, Polresta Bogor dibantu tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Jabar. Polresta Bogor juga sudah mengirimkan rekaman decoder CCTV kepada tim forensik Mabes Polri untuk mengetahui secara detil wajah dari pelaku yang terekam CCTV. Terkait asumsi masyarakat yang menyebutkan S diduga kuat pelaku karena foto S dan Noven yang beredar, Hendri menyebutkan tidak ada pengusutan penyebaran kabar bohong tersebut. Namun jika keluarga S merasa dirugikan, Hendri mempersilakan keluarga S untuk melaporkan ke polisi.

“Asumsi masyarakat memang orang yang foto dengan korban itu pelaku,  padahal polisi belum memastikan hal itu. Ya kalau memang terganggu silakan keluarga korban melapor, nanti kita akan bantu usut,”  ujar Hendri.

Lebih lanjut, Hendri meminta masyarakat untuk bersabar. Hendri mengatakan, polisi terus bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut secepatnya. “Tim masih turun ke lapangan,  jadi tolong masyarakat bersabar. Kita terus gas ini kasus,” ucap Hendri.***

Bagikan: