Pikiran Rakyat
USD Jual 14.403,00 Beli 14.103,00 | Umumnya berawan, 21.8 ° C

Pascalongsor, Anak-anak Dilarang Dekati Lokasi Proyek Double Track KA

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG anak, korban longsor proyek double track,  tengah mendapatkan penanganan medis di RS Betha Medicare. Satu anak tewas, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan.*/AHMAD RAYADIE/PR
SEORANG anak, korban longsor proyek double track, tengah mendapatkan penanganan medis di RS Betha Medicare. Satu anak tewas, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan.*/AHMAD RAYADIE/PR

BANDUNG, (PR).- Longsor yang menerjang  Kampung Nyalindung RT 02/04, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pukul 16.00 WIB Kamis 10 Januari 2019, kemarin turut memakan korban jiwa. Saat longsor terjadi di lokasi kejadian sebanyak 6 orang anak tengah bermain. Satu diantaranya dilaporkan meninggal dunia atas nama M Rifki (10), sementara 5 lainnya berhasil selamat.

Sebelum terjadi longsor, beberapa warga setempat pun sudah melarang anak-anak untuk main di lokasi yang berdekatan dengan tebing itu, sebab khawatir terjadi sesuatu. "Anak-anak di situ sudah beberapa kali diingatkan jangan main di situ," kata Kabag Humas Pemkab Sukabumi, Agus Taufik, saat on air di PRFM, Jumat 11 Januari 2019.

Saat ini kondisi anak yang selamat lanjut Agus, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit. Sementara satu korban meninggal rencananya hari ini akan dimakamkan.

"Yang meninggal hari ini akan dikebumikan di Pemakaman umum di Cicurug," ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, Pemkab Sukabumi pun akan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat terutama orang tua, agar melarang anak mereka bermain di lokasi yang rawan dengan bencana.

"Kita terus imbau agar anak-anak tidak main di situ. Ini juga jadi rencana bagi kita agar menyediakan tempat bermain anak yang lebih representatif," ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan longsor di wilayah itu terjadi secara tiba-tiba. Pernyataan tersebut ia tulis dalam akun Twitter-nya, @Sutopo_PN.

“Anak-anak tertimpa longsor saat bermain di tebing di Kampung Nyalindung Kel/Kec Cicurug, Kab Sukabumi pada 10/1/2019 pukul 16.00 WIB. Dari 6 orang anak; 1 orang meninggal dunia, 3 orang luka, dan 2 orang selamat,” tulis Sutopo Purwo Nugroho.

Pada unggahan sebelumnya, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan tren bencana yang terus mengalami peningkatan. Ia menyebut ada tiga penyebab tren bencana ini meningkat.

“Bencana hidrometeorologi meningkat karena terkait tingginya laju lahan kritis, deforestasi, kerusakan lingkungan dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, tren bencana meningkat karena sistem pendataan dan pelaporan yang membaik, serta telah terbentuknya BPBD di daerah.(Asep Yusuf Anshori)***

 

Bagikan: