Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Nasi Gratis Satukan Warga

Hilmi Abdul Halim
SEJUMLAH warga mengerumuni Tempat Nasi Gratis Purwakarta di dekat halte Pasar Jumat Kabupaten Purwakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Kegiatan sosial yang digagas komunitas pelaku UMKM itu menyediakan tempat untuk berbagi nasi bungkus gratis pada siapapun.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
SEJUMLAH warga mengerumuni Tempat Nasi Gratis Purwakarta di dekat halte Pasar Jumat Kabupaten Purwakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Kegiatan sosial yang digagas komunitas pelaku UMKM itu menyediakan tempat untuk berbagi nasi bungkus gratis pada siapapun.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

MULAI dari pengemis, tukang parkir, pejalan kaki hingga pengendara mobil mewah berkumpul di dekat halte Pasar Jumat Kabupaten Purwakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Mereka dipersatukan oleh nasi bungkus gratis di Tempat Nasi Gratis Purwakarta (TNGP).

Seperti namanya, masyarakat bisa mendapatkan nasi bungkus di TNGP tanpa dipungut biaya. Kegiatan itu dilakukan setiap Jumat-Minggu pada pukul 10.00-12.00 oleh komunitas beranggotakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di Purwakarta.

Komunitas tersebut menempatkan etalase berbahan kaca transparan untuk menyimpan nasi bungkus. "Siapapun boleh mengambil nasi dan mengisi tempat tersebut. Apapun agamanya, sukunya, golongannya, tak ada batasan tertentu," kata salah seorang relawan TNGP, Selfi Jenong saat ditemui di lokasi.

Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak pekan lalu pada hari-hari yang sama. Saat peluncurannya, Jumat, 4 Januari 2019 lalu, Selfi menyebut sebanyak 135 bungkus nasi dari sumbangan enam anggotanya bisa habis dalam waktu 18 menit saja.

Jumlahnya terus bertambah pada hari kedua dan ketiga masing-masing 105 dan 210 bungkus dari donatur di luar anggota TNGP. Seluruh nasi yang tersedia itu pun ludes kurang dari setengah jam saja.

Sedangkan pada Jumat pekan ini, nasi bungkus yang terkumpul mencapai lebih dari 350 bungkus dan habis selama satu jam. 

Selfi mengatakan, para anggota komunitas awalnya hanya mengumpulkan 240 bungkus. "Pada pelaksanaannya, ada yang tiba-tiba mengisi di luar yang sudah dikoordinir," katanya.

Penambahan jumlah nasi bungkus yang habis dalam waktu singkat menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Hal itu dibuktikan saat PR mendatangi lokasi tersebut menjelang jam makan siang. Masyarakat rela mengantri meskipun kondisi udara cukup panas.

Salah seorang relawan lainnya, Dian Wadiana menegaskan tujuan kegiatan berbagi nasi bungkus gratis adalah untuk berbagi kebahagiaan. "Tujuannya murni aksi sosial tidak spesifik untuk orang miskin atau anak yatim. Memberikan kebahagiaan ke setiap orang pahalanya kan sama saja," katanya.

Dian menceritakan awal mula kegiatan tersebut muncul dari keinginan para anggota TNGP yang berlatar belakang pengusaha UMKM di Purwakarta. Mulai dari pengusaha bidang kuliner, kerajinan tangan hingga produk fashion.

Mereka ingin membagikan sedikit penghasilannya secara langsung pada masyarakat dengan cara dikumpulkan dan dijadikan nasi bungkus. Dian mengaku terinspirasi dari kegiatan serupa yang telah lebih dulu dilakukan di daerah lain seperti Bandung dan Yogyakarta.

"Kalau di Purwakarta, kegiatan nasi gratis seperti ini mungkin yang pertama dan satu-satunya yang dilakukan secara reguler," katanya. Dian berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan setiap hari di beberapa lokasi lainnya di Purwakarta.

Dian menjelaskan persyaratan bagi masyarakat yang tertarik menyumbang nasi bungkus melalui TNGP. Komunitasnya tidak membatasi jumlah nasi yang disumbangkan, asalkan kondisinya tidak cepat basi dan tidak menggunakan kemasan styrofoam. Ia berharap, TNGP bisa berdampak positif bagi masyarakat.***

Bagikan: