Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Cerah berawan, 27 ° C

Lima Anak Tertimbun Longsor di Kawasan Proyek Double Track, Satu Meninggal

Ahmad Rayadie
SEORANG anak, korban longsor proyek double track,  tengah mendapatkan penanganan medis di RS Betha Medicare. Satu anak tewas, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan.*/AHMAD RAYADIE/PR
SEORANG anak, korban longsor proyek double track, tengah mendapatkan penanganan medis di RS Betha Medicare. Satu anak tewas, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan.*/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Lima anak tertimbun material tanah longsor di Bukit Astana Gunung, Kampung Nyalindung, Kelurahan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 10 Januari 2019. Tiga anak selamat, satu kritis, sementara satu lainnya meninggal dunia.

Kelimanya dievakuasi dan saat ini berada di rumah sakit Betha Medica.

Evakuasi dilakukan petugas TNI, polisi, dan warga. Ratusan warga lainnya menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung dramatis.

Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan seadanya dibantu  satu unit ekskavator milik proyek pembangunan rel kereta api dua ganda (doubel track). Proses evakuasi berlangsung selama sekitar 30 menit.

Satu anak korban meninggal dunia adalah Muhammad Rizki. Ia meninggal usai dievakuasi petugas dan dibawa ke rumah sakit. Sementara empat lainnya yakni Vanesa, Adila, Fadil dan Hilman berhasil selamat dan kini tengah memperoleh penanganan medis.

"Petugas dibantu warga berhasil mengevakuasi seluruh korban yang terjebak di kubangan lumpur dan material tanah. Hanya satu orang korban meninggal," kata warga Kaum Cicurug, Andi Supriyadi.

Dia menuturkan, korban yang masih berusia 7 hingga 9 tahun diduga tengah bermain di lokasi pembangunan jalan kereta api tersebut. Mereka bermain di area parit yang berada persis di bawah tebing setinggi 10 meter.

"Tanpa disadari korban, tebing ambruk dan menimpa seluruh korban yang tengah bermain di areal parit. Memang posisi tebing tersebut tegak lurus padahal di lokasi tidak ada kegiatan aktifitas pembangunan," katanya.

Sudah diperingati

Supervisor proyek double track, Junaedi menyebutkan kejadian longsor sekira pukul 15.30 WIB.  Saat itu, seluruh korban  tengah bermain di kubangan sekitar proyek pembangunan proyek double track.

"Kami sudah berkali kali memperingati agar warga tidak bermain disana. Tapi peringatn kami sama sekali tidak dihiraukan," katanya.***

Bagikan: