Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Cerah berawan, 27 ° C

Kota Bogor Buat Peta Rawan Kriminal untuk Dipublikasikan ke Warga

Windiyati Retno Sumardiyani
ILUSTRASI pembunuhan.*/DOK PR
ILUSTRASI pembunuhan.*/DOK PR

BOGOR,(PR).- Wali Kota Bogor Bima Arya meminta lurah dan camat untuk memetakan titik rawan kriminalitas di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut merupakan bentuk antisipasi pasca terbunuhnya siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven Cahya (19) oleh pria tak dikenal di Gang Masjid Bogor Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

“Saya minta bukan hanya peta kerawanan bencana saja yang kita punya, tetapi juga peta kerawanan tindak kriminal, saya minta lurah bisa menyampaikan kepada saya,” ujar Bima Arya saat memimpin Rapat Koordinasi Kamtibmas di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Kamis 10 Januari 2019.

Menurut Bima, pemetaan titik rawan kriminalitas akan sangat berguna bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Nantinya, titik rawan kriminalitas tersebut akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui portal resmi Pemerintah Kota Bogor. Selain itu, titik rawan yang diidentifikasi akan dipantau terus oleh Pemerintah Kota Bogor, dan juga aparat kepolisian dan TNI.

“Titik rawan ini akan dipantau terus, nanti titik rawannya kita bagi menjadi tiga zona, merah, kuning, dan hijau. Nanti titik rawan merah akan dipantau terus,  jika kondisinya sudah aman terkendali nanti akan berubah zona jadi kuning, sampai nantinya jadi hijau,”  kata Bima.

Menurut Bima, selama ini ia sering menerima laporan dari media sosial terkait lokasi rawan kriminalitas di Kota Bogor. Beberapa titik lokasi rawan kriminalitas di antaranya seperti balap liar dan penjambretan Jembatan Cinta di Kecamatan Bogor Timur, pencopetan di  jembatan penyebrangan Baranangsiang, tangga lapangan Sempur, Bioskop Eks Presiden, dan beberapa tempat lainnya.

“Saya juga minta Pak Camat dan Pak Lurah untuk pastikan fasilitas publik baik, fasilitas yang minim penerangan  segera dikoordinasikan dengan dinas terkait. Saya juga tekankan agar siskamling bisa kembali digalakkan. Efektifkan sistem pelaporan, ketua RW dan RT harus lakukan pemetaan termasuk pemetaan kos-kosan. Di sana selain rawan terjadi kriminalitas juga rawan penyakit sosial. Prostitusi online di depan mata kita,” ucap Bima.

Tak hanya itu, Bima juga memastikan program dasawisma dapat berjalan. Menurut dia, Dasawisma merupakan program yang luar biasa. Bima menargetkan, aktivasi dasawisma bisa mulai paling lambat tiga bulan ke depan.

“Penguatan keluarga itu penting, saya tidak ingin kita kecolongan sehingga berujung hal-hal tragis seperti pembunuhan Noven. Pembunuhan di Kota Bogor memukul kita semua, kita perlu tahu latar belakang si anak dan pelaku, jangan sampai hal-hal semacam ini kembali terjadi di Kota Bogor,” ujar Bima.

Tak hanya soal pengamanan, menurut Bima, pembenahan di aspek pendidikan terutama pada aspek konseling juga diperlukan. Bima pun meminta seluruh sekolah di Kota Bogor dapat memahami karakter siswanya, sehingga saat ada masalah, sekolah juga bisa memberikan solusi kepada masalah sang anak.

“Semua sekolah tanpa terkecuali, saya minta ke Pak Gubernur untuk bisa memberikan arahan juga terkait pentingnya bimbingan konseling di sekolah,” kata Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fakhrudin mengatakan, bimbingan konseling sebenarnya sudah dilakukan oleh sekolah. Namun demikian, kendala di lapangan salah satunya minimnya ketersediaan guru konseling di sekolah terutama untuk sekolah swasta.

“Di Bogor ada sekitar 200 sekolah, setidaknya kita butuh 4 guru konseling di sekolah, sehingga kebutuhan total ada 800. Kalau sekarang baru ada sekitar 300 guru, masih sangat sedikit sekali. Kami sudah sampaikan kepada gubernur semoga ada perhatian,” kata Fakhrudin.

Sementara itu Kapolresta Bogor Hendri Fiuser mengapresiasi langkah Wali Kota Bogor Bima Arya dalam menginisiasi peta kerawanan kriminalitas. Menurut Hendri, titik kerawanan bisa diminimalisasi jika seluruh lapisan masyarakat saling bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketentraman suatu wilayah.

“Pertemuan ini adalah langkah awal, kita rapatkan barisan lagi, kita maintenance terus, antara perangkat RT, RW, wali kota, bhabinkamtibmas kita rapatkan barisan,” ujar Hendri.***

Bagikan: