Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

Ayah di Majalengka Cabuli Anak Tiri Selama Bertahun-tahun

Tati Purnawati
STOP kekerasan.*/DOK. PR
STOP kekerasan.*/DOK. PR

MAJALENGKA,(PR).- Perbuatan Diding (45), warga Blok Wesel RT012/004, Desa Pakubereum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sudah keterlaluan. Pria pedofil ini harus berurusan dengan polisi, setelah kepergok tengah mencabuli anak tirinya, Bunga (nama samara) yang masih berusia 15 tahun.

Apa yang diperbuat Diding menambah daftar kasus pedofilia di 2019. Pada 2 Januari 2019 lalu, kasus pedofilia lainnya juga terungkap.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono disertai Kasat Reskrim AKP M Wafdan Mutaqin, Kamis 10 Januari 2019, tersangka ditangkap Rabu 9 Januari 2019 di rumahnya, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Penangkapan didasarkan atas laporan ibu kandung korban yang memergoki anaknya tengah dicabuli di rumahnya pada Senin 24 Desember 2018 lalu, sekitar pukul 04.00 WIB,” kata Mariyono.

Ibu kandung korban, Mamah Tasmah, yang kesehariannya bekerja sebagai penjual serabi, setiap pagi mulai pukul 04.00 WIB sudah berjualan di depan rumahnya. Namun pagi itu dia kembali ke dalam rumah karena ada barang yang tertinggal.

Saat kembali, Mamah melihat suaminya berada di kamar anaknya, hingga dia kaget dan langsung memaki suaminya serta melaporkannya kepada aparat desa setempat.

Bunga yang hanya tamatan sekolah dasar, mengaku ayah tirinya tersebut telah berulang kali melakukan perbuatan serupa. Namun dia tidak berani mengadu kepada ibunya atupun keluarganya yang lain, karena takut ibunya akan diceraikan oleh ayak tirinya.

Diding mengakui perbuatannya, dan itu telah melakukan perbuatan bejat tersebut sejak November tahun 2014, saat anaknya masih berusia 11 tahun atau masih duduk dibangku SD. Awalnya korban diancam untuk tidak melaporkan perbuatanya kepada siapapun.

Setelah menggagahi, Diding memberi anak tirinya itu uang jajan sebesar Rp 10.000. Disampaikan Kapolres, pihaknya telah menangani dua kasus aksi kekerasan terhadap anak dibawah umur pada awal 2019, dengan jumlah korban tiga orang anak dan dua orang tersangka.

“Awal tahun kasus sudah dua yang ditangani, tahun lalu terdapat 16 kasus. Ini butuh penanganan serius dari semua pihak untuk menekan kasus serupa, baik orang tua, tetangga sekitar, guru di sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah,” kata Mariyono.

Orang tua disarankan untuk terus mengawasi anak-anaknya. Tidak hanya itu, tetangga pun disarankan untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau aparat desa, jika melihat ada keganjilan dari prilaku tersangka. Menurutnya, pelaporan sejak dini akan mengantisipasi pelecehan seksual lebih cepat.

Berdasarkan hasil kajian dari sejumlah kasus yang sudah ditangani, pelaku pedofilia atau kasus kekerasan seksual pada anak ini dilakukan oleh orang dekat mereka. Untuk itu keluarga disarankan untuk berhati-hati dan jangan selalu percaya dengan orang yang ada disekelilingnya.***

 

 

Bagikan: