Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Bagus Bawana Putra, Terduga Otak Hoaks Surat Suara Pamit dari Rumah untuk Beli Kue

Tommi Andryandy
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

AMINAH (60), terlihat syok saat para awak media meminta keterangannya terkait Bagus Bawana Putra yang ditangkap atas kasus penyebaran hoaks tentang surat suara yang telah dicoblos. Mengenakan daster kembang berwarna merah muda, dia mengaku tidak tahu menahu.

Aminah pun hanya bisa menangis saat disodorkan foto Bagus di salah satu laman media daring. “Iya itu menantu saya,”kata Aminah dengan nada cemas saat ditemui rumahnya di Kompleks Catania Deltamas Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Rabu 9 Januari 2019.

Ibu dengan rambut yang telah berubah menjadi putih itu pun mengaku terakhir kali bertemu sang menantu sekitar seminggu lalu. Ketika itu, Bagus pamit pergi ke Jawa Tengah untuk mencari vanila sebagai bahan baku membuat kue.

“Dia (Bagus) sudah seminggu keluar kota, gak tau dah kemana ke Jawa gitu nyari barang. Dia kerjanya gitu-gitu aja nyari nyari vanila yang buat kue. Itu waktu perginya juga bareng saya sampai pasar depan. Saya turun di pasar, dia langsung pergi, ke Jawa itu,” ucapnya.

Seperti diketahui, Bagus menjadi tersangka kasus penyebaran hoaks tentang adanya surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh peti kemas yang telah tercoblos. Bagus pun ditangkap Badan Reserse Kriminal Mabes Polri di Sragen, Jawa Tengah.

Polisi menyebut, Bagus Bawana Putra menyebarkan hoaks dengan cara mereka suaranya melalui ponsel kemudian disebar melalui kontak whatsapp. Setelah viral, dia langsung membuang ponsel tersebut.

Keluarga berharap kasus Bagus Bawana Putra segera selesai

Aminah sendiri mengaku tidak terkait hal tersebut. Menurut dia, dalam kesehariannya, Bagus merupakan orang yang pendiam. Dia jarang berbicara, termasuk pada Aminah. Bagus sendiri, kata Aminah, tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga lebih banyak di rumah juga jarang bersosialisasi.

“Kalau di rumah saya jarang bicara dengan dia. Dia juga kerjanya jarang, kasian juga anak saya (istri Bagus),” kata Aminah.

Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, istri Bagus Bawana Putra yang bekerja. “Kalau anak saya kerjanya di Bogor sama bapak (suami Aminah), nanti malam baru pulang. Berangkatnya sih suka bareng bapak sama anak saya. Bapak di Sentul kalau anak saya di Bogor,” tutupnya.

Kendati tidak mengetahui aktivitas Bagus sehingga menjadi tersangka penyebar hoaks, Aminah tetap berharap kasus tersebut dapat segera terselesaikan. “Ya kasihan anak saya juga, saya juga tidak tahu (Bagus ditangkap). Semoga segera selesai,” kata dia.

Sementara itu, usai penangkapan Bagus, pihak pengamanan kompleks mengaku mendapat arahan dari kepolisian untuk meningkatkan pengamanan. Khususnya di sekitar tempat tinggal Bagus.

“Minggu kemarin memang ada informasi anggota polisi ada yang datang, tapi tidak tahu ada apa. Kemudian tadi juga datang dari Polsek Cikarang Pusat. Baru tadi kami diminta melakukan pengamanan lebih di sekitar sini,” kata Sala, Komandan Pleton Pengamaman Komplek.

Seperti diungkapkan Aminah, Sala pun mengaku jika Bagus merupakan warga yang jarang bersosialisasi. “Lebih banyak di rumah, paling malam istrinya pulang yang bawa Avanza silver,” kata dia.***

Bagikan: