Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Bima Arya Kumpulkan Seluruh Pejabat di Kolong Jembatan

WALI Kota Bogor Bima Arya memimpin rapat koordinasi di bawah Jembatan Jalak Harupat, Sempur, Kota Bogor, Senin (7/1/2019). Rapat perdana di tahun 2019 dijadikan ajang evaluasi diri bagi Pemerintah Kota Bogor untuk lebih fokus memperbaiki pola hidup sehat dan kebersihan sungai.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
WALI Kota Bogor Bima Arya memimpin rapat koordinasi di bawah Jembatan Jalak Harupat, Sempur, Kota Bogor, Senin (7/1/2019). Rapat perdana di tahun 2019 dijadikan ajang evaluasi diri bagi Pemerintah Kota Bogor untuk lebih fokus memperbaiki pola hidup sehat dan kebersihan sungai.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Wali Kota Bogor Bima Arya mengawali rapat perdana di tahun 2019 dengan cara yang berbeda. Jika biasanya rapat  bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digelar di ruangan tertutup, kali ini Bima Arya mengajak seluruh kepala dinas untuk rapat di bawah Jembatan Jalak Harupat, Kelurahan Sempur, Kota Bogor.

Di tepian Sungai Ciliwung itu, Bima Arya didampingi Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat saat memimpin rapat. Sambil duduk di bebatuan sungai, dan ditemani suguhan teh dan pisang rebut, para kepala dinas, pimpinan badan usaha milik daerah, lurah, dan camat mendengarkan arahan dari para petinggi Kota Bogor itu.

Bima Arya memang sengaja mengajak kalangan birokrat untuk menyatu dengan alam. Banyaknya bencana di penghujung tahun kemarin menjadi bahan pertimbangan bagi Bima menggelar rapat di tepian Sungai Ciliwung. Bima menginginkan  Pemerintah Kota Bogor bisa lebih konsisten dalam mencapai tujuan mereka salah satunya menaturalisasi Sungai Ciliwung.

“Saya ingin kita lebih konsisten dalam merawat lingkungan. Mungkin selama ini banyak bencana terjadi di Kota Bogor terjadi karena kita kurang konsisten menjaga lingkungan,” ucap Bima Arya, Senin 7 Januari 2019.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini para camat dan lurah bisa lebih fokus dalam misi Kota Bogor pada 2019, yakni menjaga perilaku hidup sehat dan hidup bersih masyarakat. Bima mengakui, sejauh ini perilaku menjaga lingkungan di tingkat masyarakat terutama di bantaran Sungai Ciliwung belum optimal. 

Pengelolaan sampah di bantaran Sungai Ciliwung belum konsisten. Salah satu cara mengajak masyarakat untuk menghargai Sungai Ciliwung di antaranya dengan membuat tempat-tempat tematik di bantaran sungai, sehingga masyarakat malu membuang sampah di sungai.

“Tahun ini kami fokus pada program naturalisasi Ciliwung, karena Ciliwung itu simbol kualitas hidup warga. Kami ingin lurah dan camat dapat berperan,” katanya.

Ke depan, kata Bima Arya, pihaknya juga akan mengembangkan kampung-kampung tematik di Sungai Ciliwung. “Sudah kami petakan. Titik-titik lainnya akan dibangun,” ujar Bima Arya.***

 

Bagikan: